Distrik Manager Lion Air Banjarmasin Irlan Wahyudi, Jumat mengatakan, penggeseran jadwal keberangkatan dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin itu terjadi karena mesin pesawat yang berangkat pukul 09.10 Wita rusak.
"Mesin pesawat mengalami kerusakan sebelum tinggal landas dan perbaikan harus menunggu spare part dari Jakarta sehingga diambil kebijakan menggeser jadwal penerbangan," ujarnya.
Ia mengatakan, kerusakan pesawat dengan nomor penerbangan 323 itu terjadi saat pesawat hendak meninggalkan apron tetapi baru bergerak sekitar 50 meter diketahui adanya kerusakan mesin.
Pilot kemudian mengambil keputusan membatalkan keberangkatan sehingga ratusan penumpang yang sudah berada di dalam pesawat diminta turun dan dikembalikan ke ruang tunggu keberangkatan.
Setelah hampir tiga jam menunggu di ruang keberangkatan tanpa mendapat kompensasi berupa makanan ringan, seluruh penumpang diberangkatkan menggunakan pesawat penerbangan ketiga pukul 12.10 Wita.
"Kami sudah mengupayakan spare part dibawa pesawat yang berangkat dari Jakarta ke Banjarmasin sehingga tidak mengganggu jadwal keberangkatan tetapi terlambat karena pesawatnya sudah berangkat," ujarnya.
Dikatakan, akibat keterlambatan membawa spare part itu sehingga keberangkatan penerbangan lanjutan yang sudah diatur sebelumnya digeser dari pukul 12.10 Wita di geser menjadi pukul 14.50 Wita.
Kemudian, pesawat yang dijadwalkan berangkat pukul 14.50 Wita diberangkatkan pada jadwal pukul 18.45 Wita dan keberangkatan terakhir juga molor dari jadwal sekitar dua jam.
Salah seorang penumpang Andi mengatakan, dirinya dan ratusan penumpang lain cukup kecewa atas pergeseran keberangkatan karena mengganggu jadwal kegiatan yang sudah direncanakan.
"Kami dan hampir seluruh penumpang kecewa karena jadwal kegiatan yang direncanakan batal. Apalagi saya sudah beli tiket pulang pukul 19.30 Wita sehingga jika tidak pulang maka tiket hangus," katanya.yos/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.