Tanjung (ANTARA) - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bahungin Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Kalimantan  Selatan berhasil mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai upaya mendukung ketahanan pangan serta menambah pendapatan desa.

Camat Kelua H Rudi Noor Erwan menyampaikan apresiasi atas inovasi  BUMDes Bahungin yang berhasil  memanfaatkan limbah serbuk gergaji kayu dan jerami pasca panen sebagai media tanam untuk budidaya jamur Tiram.

"Usaha ini sangat menjanjikan karena dengan pemanfaatan limbah bisa menghasilkan jamur berkualitas  dengan  nilai jual cukup tinggi," jelas Rudy, Senin.

Capaian ini tentunya menjadi langkah memajukan Desa Bahungin dan dapat menjadi percontohan bagi desa atau kecamatan lain dalam mengembangkan badan usaha milik desa.

Rudy pun berharap, BUMDes Bahungin bisa berkolaborasi dengan pihak lain untuk pengembangan usahanya.

Panen perdana jamur Tiram yang dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Tazerianoor, Forkopimcam dan jajaran Pemdes Bahungin satu bukti keberhasilan budidaya jamur pangan dengan ciri buah berwarna putih dan krem dengan tudung berbentuk cangkang.

Baca juga: Inovasi AUTAN perkuat peran inspektorat sebagai aparat pengawasan

Untuk pengembangan usaha ini, Tazerianoor  meminta stakeholder terkait bisa melakukan  pembinaan dan bimbingan agar budidaya  jamur tiram bisa berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat desa.

"Pengurus BUMDes juga harus transparan terkait penggunaan dana  dan bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan desa dari usaha ini," jelas Tazerianoor.

Budidaya jamur Tiram sendiri mendapat suntikan modal dari dana desa tahun 2025 sekitar Rp150 juta yang dikelola BUMDes Berkah Bersama dipimpin Dardiansyah selaku direktur.

Direktur BUMDes Berkah Bersama, Dardiansyah menyebutkan, produksi perdana jamur Tiram  mencapai 20 kilogram dari sekitar 5.000 media tanam.

Baca juga: Kelompok wanita tani Tabalong ikuti bimtek pengolahan hasil buah lokal

"Produksi saat ini hanya kita jual untuk masyarakat sekitar dan akan kita lakukan pengembangan karena tingginya permintaan jamur Tiram," jelas Dardiansyah.

Jamur Tiram yang diproduksi BUMDes Bahungin dijual dengan harga Rp40 ribu per kilogram dan target ke depan bisa menambah jumlah media tanam hingga 10.000 media tanam.



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026