Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Australia mengapresiasi inovasi kesiapsiagaan bencana yang dikembangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang melalui program “Top Ranger” karena dinilai berpotensi direplikasi di berbagai daerah, termasuk lintas negara.
Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt di Kupang, NTT, Kamis, mengatakan inovasi seperti “Top Ranger” lahir dari tekanan nyata akibat perubahan iklim dan pengalaman bencana sebelumnya.
“Kita dihadapkan pada kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi. Situasi ini memaksa kita untuk tidak biasa-biasa saja. Kita harus berinovasi, membangun sistem yang cepat, adaptif, dan melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Hal itu disampaikannya saat melakukan pertemuan dengan Tim Program SIAP SIAGA bersama perwakilan Kedutaan Besar Australia.
Ia menegaskan inovasi “Top Ranger” akan terus dikembangkan tidak hanya sebagai sistem tanggap darurat, tetapi juga sebagai platform layanan yang mencakup distribusi logistik dan dukungan sosial bagi masyarakat terdampak.
“Kita bangun pola dasarnya, kita standarkan, lalu kita kembangkan untuk berbagai kebutuhan. Ini bisa menjadi solusi lintas sektor,” katanya.
Sementara itu, Program Officer Kedutaan Besar Australia Yiyik Putri menyampaikan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk Kota Kupang, menjadi salah satu wilayah prioritas dalam kemitraan Indonesia-Australia, dengan fokus pada penguatan ketangguhan masyarakat di berbagai sektor.
Dalam pertemuan tersebut, program “Top Ranger” menjadi sorotan utama sebagai inovasi yang mengintegrasikan teknologi, penguatan standar operasional prosedur (SOP), serta keterlibatan masyarakat dalam merespons situasi darurat.
Adapun program ini merupakan proyek inovasi yang digagas Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang Ernest S. Ludji sebagai bagian dari proyek perubahan dalam Diklat PIM II Pejabat Tinggi Pratama.
Lebih lanjut, Team Leader Program SIAP SIAGA Lucy Dickinson juga mengapresiasi konsistensi Pemkot Kupang dalam membangun kesiapsiagaan bencana sejak 2020.
Tim SIAP SIAGA menilai pendekatan tersebut tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga memiliki peluang besar untuk direplikasi di daerah lain, bahkan lintas negara.
“Kota Kupang selalu menghadirkan ide-ide baru dan inovasi yang menarik. Ini bukan hanya bermanfaat untuk daerah ini, tetapi juga bisa menjadi pembelajaran bagi tempat lain,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat dan sektor swasta untuk berkolaborasi dalam membangun budaya kesiapsiagaan, mengingat pengalaman bencana menunjukkan pentingnya peran bersama dalam menghadapi risiko.
Pewarta: Yoseph Boli BataonaEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026