Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan kini menambah lagi fasilitas ke objek pariwisata air setempat untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan berkunjung ke wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga setempat, Noor Hasan di balaikota Banjarmasin, Jumat mengakui penambahan fasilitas kepariwisataan itu setelah memperoleh bantuan sebanyak 10 unit klotok (perahu bermesin) dari Bank Negara Indonesia (BNI) wilayah 09 Banjarmasin.
Ia menyebutkan, selama ini Pemkot setempat memiliki dua buah kapal wisata air, tetapi jenis kapal terdahulu agak besar sehingga sulit menyusuri sungai-sungai kecil wilayah ini.
Padahal di sungai-sungai kecil itulah terdapat beberapa lokasi yang dinilai unik, lantaran membelah kawasan pemukiman padat penduduk, kawasan industri ,dan kehidupan sungai lainnya, kata Noor Hasan.
Apalagi kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman) yang lebih banyak ingin melihat sisi kehidupan warga setempat yang bergantung dengan keberadaan sungai.
Dengan keberadaan klotok wisatawan bisa melintas ke sungai kecil di kota yang berjuluk wilayah dengan seribu sungai ini, seperti menyusuri Sungai Pekapuran, Sungai Kelayan, Sungai Miai, Sungai Pekauman, Sungai Alalak, Sungai Kuin dan banyak sungai kecil lainnya.
Sementara itu, berdasarkan pengakuan wisatawan lokal wisata susur sungai Banjarmasin memiliki nilai jual yang cukup bagus dalam upaya memancing lebih banyak wisatawan.
"Kalau wisata susur sungai Kota Banjarmasin dipromosikan memancing wisatawan datang ke wilayah ini, karena sangat menarik," kata Mahlan dari Kabupaten Balangan.
Belum lama ini, Mahlan beserta 40 orang lainnya dari Kabupaten Balangan, khusus datang ke Banjarmasin menikmati wisata susur sungai, rombongan berangkat dati Sungai Andai lalu menyusuri Sungai Martapura dengan tujuan wisata keagamaan dengan ziarah ke Makam Habib Basirih.
Perjalanan selama sekitar dua jam itu memanfaatkan jenis angkutan "klotok" (perahu bermesin), menyinggahi beberapa lokasi objek wisata seperti museum Waja Sampai Kaputing, Taman argowisata, pusat perbelanjaan Ujung Murung, pusat grosir Pasar Lima, balai kota Banjarmasin, jembatan RK hilir, Jembatan Mantuil hingga ke lokasi ziarah.
Dalam perjalanan tersebut, rombongan sungguh menikmati berbagai pemandangan yang jarang terlihat di daratan, seperti aktivitas warga mandi, cuci, hingga buang hajat, rumah-rumah lanting, bongkar muat barang di dermaga, kegiatan mancing ikan, sampai menyaksikan pencari kerang sungai berupa remis.
Belum lagi kegiatan lalu-lalang angkutan sungai dari jenis angkutan sampan, klotok, longboat, speadboat, bis air, perahu finisi, feri, dan aneka jenis angkutan barang lainnya.
"Hiruk-pikuk lalu-lintas sungai sungguh suatu pemandangan yang menakjubkan, dan ternyata memiliki keasyikan tersendiri bila kita menikmati suasana tersebut," kata Mahlan.
Susana sungai ini kian ramai dengan begitu banyaknya warung-warung terapung, pengunjung bisa menikmati makanan khas melalui sampan yang terapung yang penuh dengan dagangan makanan setempat.
Ia berharap, Pemko Banjarmasin serius menangani objek wisata demikian, karena unik dan khas.
Tinggal bagaimana Pemko Banjarmasin mengkemas perjalan susur sungai itu dengan rute yang jelas, bukan saja sepanjang Sungai Martapura, paket susur sungai itu harusnya juga ke Sungai Barito karena ada objek wisata pasar terapung, Pulau Kembang dengan ribuan ekor kera jinaknya, atau ke Pulau Kaget dimana terdapat Bekantan (kera merah hidung panjang)./H005/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.