Sejumlah anggota DPRD Kalimantan Selatan mengritisi pelaksanaan konversi minyak tanah ke gas elpiji, yang terkesan kurang siap.


"Pertamina tampaknya kurang siap melaksanakan konversi minyak tanah ke elpiji, sehingga membuat banyak warga yang kelimpungan," ujar anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel, Riduansyah, di Banjarmasin, Jumat.

Sebagai contoh masyarakat Kalsel terutama Banjarmasin dalam dua pekan terakhir sulit mendapatkan elpiji karena kosong.

Dia mengatakan dengan sering kosongnya elpiji, itu namanya Pertamina belum siap melaksanakan konversi,"katanya.

"Tapi mengapa terkesan pemerintah memaksakannya, yang berarti secara tidak langsung menambah berat beban masyarakat," tandas Ketua Fraksi Partai Bintang Reformasi DPRD Kalsel tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan energi itu pada prinsipnya menyambut positif tujuan baik pemerintah, tapi kalau menyangkut kepentingan rakyat banyak hendaknya persiapan betul-betul matang.

"Seperti halnya rencana konversi minyak tanah ke elpiji, persiapan dan kesiapan harus betul-betul matang, sehingga tidak membuat warga masyarakat kelimpungan," tandasnya didampingi rekannya sesama komisi HM Zaini dari PDIP dan Rudiansyah dari Partai Golkar.

"Karena minyak tanah bersubsidi semakin kurang suplainya, sedangkan penyaluran elpiji tidak lancar. Persoalan tersebut agar segera dicarikan sosulinya," demikian Riduansyah.

Pendapat senada dari rakannya sesama komisi, HM Zaini dan Rudiansyah, seraya menyarankan, penarikan minyak tanah bersubsidi agar jangan serta merta dalam jumlah besar.

"Sebab minyak tanah sudah menjadi kebutuhan bahan bakar bagi masyarakat sejak lama, karenanya penarikannya pun harus perlahan lahan," saran wakil rakyat dari PDIP dan Golkar tersebut.

Selain itu, Pertamina hendaknya berupaya semaksimal mungkin, bagaimana caranya agar jangan sampai terjadi kelangkaan elpiji.

"Sebab kalau terjadi kelangkaan, berarti pelaksanaan konversi minyak tanah ke elpiji tidak sukses," demikian Zaini dan Rudiansyah./SHN/C
 




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026