Realisasi pembangunan fisik dan non fisik untuk APBD 2011 Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan hingga Desember 2011 hanya sekitar 70-80 persen.
Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani di Kotabaru, Rabu, mengatakan, banyak faktor realisasi kegiatan yang dibiayai oleh APBD 2011 hanya antara 70-80 persen.
Diantaranya, masalah lambatnya pimpinan proyek melakukan lelang kegiatan, karena sesuatu hal, jelasnya.
Sebagian kontraktor tidak profesional dalam melaksanakan kegiatan, hal itu menyebabkan proses pembangunan molor hingga akhir tahun anggaran belum tuntas.
Persoalan tidak adanya bahan bangunan seperti semen, juga menjadi kendala pencapaian target pembangunan di Kotabaru.
Menurut Bupati dinas atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang paling besar tidak tercapai target adalah instansi yang paling banyak menyerap dana APBD yakni Dinas Pekerjaan Umum.
"Dinas paling banyak tidak tercapai taerget adalah yang paling banyak mendapatkan alokasi APBD," terang bupati tanpa menyebutkan jumlah dana yang dikembalikan dengan detail.
Bupati berharap, untuk APBD 2012 realisasinya harus naik bahkan, hingga 100 persen.
"Kami akan melakukan beberapa langkah strategis agar realisasi APBD untuk 2012 tidak seperti ini," katanya.
Sementara itu, APBD Kotabaru pada 2011 ditetapkan sebesar Rp957,66 miliar.
Ketua DPRD Kotabaru H Alpidri Supian Noor MAP, menegaskan, kondisi ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, agar APBD 2012 tidak demikian adanya.
Langkah pertama yang harus dilakukan bupati, melakukan evaluasi kinerja kepala SKPD atau Pejabat Pelaksana Teknis Pekerja (PPTK) yang menangani langsung kegiatan.
Selanjutnya, mempercepat proses lelang kegiatan lebih awal agar waktu pelaksanaan pembangunan bisa lebih lama tidak seperti APBD 2011./C/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.