Kami menegaskan agar Pemkab HST dalam hal ini Akper Murakata Barabai tidak perlu khawatir akan hal itu, karena ini masih berupa wacana yang tentu saja beberapa proses harus dilalui dan dianalisa lebih jauh
Barabai, (AntaraNews Kalsel) - Beberapa pejabat dari Kementerian Kesehatan dan petinggi Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) kunjungi Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).


Dalam lawatannya Senin di Barabai, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kemenkes drg Usman Sumantri dan rombongan langsung mengontrol RSHD Barabai dan beberapa fasilitas kesehatannya lainnya.

Menurut Usman  terkait proses Akreditasi dan Merger Akper Murakata Barabai, tentu saja tidak semudah membalik telapak tangan, karena harus melihat asset yang dimiliki dan jumlah mahasiswa yang masih dan harus menyelesaikan perkuliahan sampai
selesai.

"Kami menegaskan agar Pemkab HST dalam hal ini Akper Murakata Barabai tidak perlu khawatir akan hal itu, karena ini masih berupa wacana yang tentu saja beberapa proses harus dilalui dan dianalisa lebih jauh," katanya.

Menindaklanjuti proses Akreditasi khususnya RSHD Barabai, Usman Sumantri kembali menjelaskan bahwa saat ini memang sedang dilakukan pembenahan dan penilaian terhadap seluruh rumah sakit yang ada di Indonesia oleh Kementrian Kesehatan, tentu saja dalam hal akreditasi banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

"Untuk tenaga medis dalam hal ini Dokter, seluruh daerah di Indonesia pada saat ini kekurangan dokter, sehingga permintaan dokter meningkat drastis dan tentu saja Kementrian kewalahan menanggapi permintaan terutama dokter spesialis," kata Usman. Namun menurutnya telah diprogramkan untuk seluruh fakultas kedokteran di Indonesia agar sebelum berakhir masa kuliah para dokter ini akan ditugaskan kebeberapa daerah terpencil di seluruh Indonesia bahkan daerah perbatasan.

."Salah satunya berupa Program Nasional Dokter Internship dan Program Nasional Pengabdian Dokter Indonesia, untuk Kabupaten HST sendiri saat ini sudah beberapa kali kedatangan dokter internship dan saat ini sedang bertugas sebanyak 10 orang," tambahnya.


Pewarta: muhammad taufik rahman
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026