Pemerintah Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, hanya mampu 50 persen membuang sampah lantaran keterbatasan jumlah petugas dan fasilitas angkutan akhirnya sampah masih menumpuk mengotori kota ini.


Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin, H Hamdi kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa mengakui peliknya persoalan sampah di wilayah yang berjuluk "kota seribu sungai," tersebut.

Ia mengakui kalau dihitung jumlah penduduk 720 ribu jiwa dengan rasio seorang warga memproduksi sampah o,8 kilogram per orang per hari maka jumlah produksi sampah di kota tersebut sekitar 500 ton per hari.

Dari jumlah tersebut yang hanya bisa terangkut dan tertangani oleh 700 petugas termasuk tukang sapi, sopir, dan petugas lainnya dukungan 40 buah truk, enam buah mobil pikap hanya sekitar 200 ton saja.

Sisa sampah tersebut memang ada yang diambil pemulung, dibuang ke sungai oleh oknum warga atau di daur ulang untuk pupuk organik dan sebagainya, tapi masih banyak yang tertinggal dan jumlah itulah yang terus mengotori kota ini.

Apalagi sekarang ini jumlah produksi sampah terus meningkat  setelah tibanya musim buah-buahan di mana terjadi penjualan buah secara besar-besaran di wilayah kota.

"Belakangan ini terjadi kenaikan produksi sampah lantaran banyak sekali kulit buah-buahan  yang dibuang oleh warga," tambahnya.

Diperkirakan kenaikan produksi sampah itu antara tujuh hingga 10 persen, itu terlihat penumpukan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang terus menggunung pada musim sekarang ini.

Ia mengakui dengan keterbatasan tersebut maka seringkali menimbulkan kota yang kurang bersih dan menjadi keluhan banyak warga.

Oleh karena itu pihaknya akan berjual setidaknya menambah jumlah petugas dan fasilitas pengangkutan sampah.

Jumlah armada angkutan sampah itu jelas tak mencukupi idealnya minimal 100 truk, dan seribu petugas.

Mengenai jumlah TPS disebutkannya sebanyak 126 buah dan itupun tak mencukupi makanya kedepan perlu penambahan jumlah TPS tersebut./H005/C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026