Banjarmasin (ANTARA) - Tim SAR gabungan mengevakuasi satu orang korban kapal kelotok pengangkut batubara yang tenggelam setelah berhasil ditemukan di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana di Banjarmasin, Sabtu, mengatakan korban atas nama Ahmad Fauzi hanyut saat kapal melintasi kawasan PT. Australbyna dan tenggelam di titik koordinat 3°20'37.44"S – 114°32'41.76"E, pada Jumat (3/10) sekitar pukul 11.10 WITA.
Baca juga: Satu korban hilang usai kapal kelotok batu bara tenggelam di Sungai Barito
“Kapal mengangkut 1.000 lebih batubara dan ditumpangi enam orang, lima orang berhasil menyelamatkan diri dan satu orang tenggelam. Korban tenggelam berhasil ditemukan tadi sore sekitar pukul 16.50 WITA,” ujar dia.
Putu mengatakan korban yang dalam keadaan meninggal dunia ditemukan di titik koordinat 3°20'787"S – 114°32'588"E atau sekitar 30 meter dari lokasi kapal tenggelam.
“Korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tuturnya.
Setelah proses evakuasi dan identifikasi selesai dilakukan, kata Putu, pada pukul 17.00 WITA Tim SAR gabungan melaksanakan evaluasi dan seluruh unsur kembali ke kesatuan masing-masing.
Baca juga: Satpolairud Banjarmasin edukasi siswa SD tentang bahaya main di sungai
Selama proses pencarian, Tim SAR menggunakan sejumlah alat utama dan peralatan pendukung seperti Rescue Car D-Max, Kapal KN SAR 407, Rubber Boat dan mesin tempel, aqua eye, empat set peralatan selam, peralatan komunikasi tim dan perorangan, dan lainnya.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin mengapresiasi seluruh Tim SAR gabungan yang terlibat dalam pelaksanaan operasi sehingga berhasil menemukan korban satu hari setelah kejadian.
“Sinergi dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama keberhasilan operasi SAR di lapangan. Terima kasih atas kerja keras semua unsur hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” ujar I Putu Sudayana.
Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari Basarnas Banjarmasin, Ditpolair Polda Kalsel, Satpolair Polresta Banjarmasin, Water Rescue Banjarmasin, PMI Kota Banjarmasin, serta masyarakat setempat.
Baca juga: Ambapers catat 5.000 wisatawan lokal dan mancanegara naik kapal pinisi
