Ada jamu beras kecur yang berkhasiat untuk menambah nafsu makan dan meningkatkan stamina, jamu temu lawak untuk menghilangkan masuk angin, mual dan gangguan pencernaan. Selain itu juga ada jamu kunyit asem yang tentunya dengan rasa segarnya sering diminum oleh remaja putri untuk mengurangi rasa sakit haid, diet dan dipercaya bisa mencerahkan kulit.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah Mkes, pihaknya sengaja menyediakan minuman jamu untuk diminum bersama karyawan dan para tamu, sebagai kelanjutan dari Gerakan Nasional Bugar dengan Jamu (Gernas Bude Jamu).
Gernas Bude Jamu ujar Ikhwansyah, mempunyai tujuan sesuai pendekatan pembangunan kesehatan Paradigma Sehat, yakni dengan membuat masyarakat sehat menjadi lebih sehat dan mempertahankan yang sehat supaya tidak sakit.
Menurutnya, masyarakat sering berasumsi bahwa jamu hanya diperuntukkan bagi orang tua yang sudah mulai sakit sakitan, padahal manfaat jamu yang dibuat dari bahan-bahan alami tak hanya bermanfaat mengobati, namun juga untuk merawat kesehatan dan kebugaran.
"Jamu adalah warisan budaya asli bangsa Indonesia dan selain yang berasal pulau Jawa, di Kalimantan Selatan sendiri juga tidak sedikit jamu yang diproduksi asli olahan urang Banjar.
Berbagai macam jamu berkhasiat meningkatkan kebugaran dan kita akan terus mengkampanyekan pemanfaatannya untuk peningkatan kesehatan, tapi tentu saja jamu yang diklaim dapat mengobati penyakit harus melalui uji klinik terlebih dahulu," ujarnya.
Kepala Bidang SDK Dinans Kesehatan, Dedi Kurniadi, SKM menambahkan, minum jamu bersama yang dilaksanakan Dinkes Banjar karena Gernas Bude Jamu ini harus dimulai dari diri dan lingkungan sendiri, baru bisa memberi contoh dan kebiasaan bagi orang lain.
Acara minum jamu bersama di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar yang melibatkan pedagang jamu gendong di Martapura, akan dilaksanakan rutin setiap Jumat pagi, setelah karyawan senam pagi bersama. (MC-Kab.Banjar/armuni/dani/f)
Pewarta: Yose RizalEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.