Tanjung (ANTARA) - Para aparat desa, kelurahan dan kecamatan di Kabupaten  Tabalong, Kalimantan Selatan mengikuti sosialisasi penyusunan pedoman kearsipan sesuai standar yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah setempat.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tabalong Taufikurahman mengatakan  pengelolaan arsip di era digital saat ini 
 membutuhkan  sistem yang terintegrasi, mudah diakses, dan menjamin keamanan serta keautentikan arsip.

"Kita memiliki Sistem Kearsipan Browsing Arsip Dinamis dan Statis (Simpan Brownis) sebagai inovasi dalam pengelolaan arsip," jelas Taufikurahman saat membuka sosialisasi aplikasi Simpan Brownis di Tabalong, Kamis (24/7/2025).

Sosialisasi diawali penjelasan dari inovator  aplikasi Simpan Brownis Hj. Rahma Norita (Kepala Bidang Pengelolaan, Perlindungan Dan Penyelamatan Arsip).

Rahma mengatakan sosialisasi ini selain mengenalkan aplikasi Simpan Brownis juga  meningkatkan keterampilan dan kesiapan aparatur daerah termasuk di desa  dalam menggunakan sistem secara digital.

"Kami ingin memberikan pemahaman kepada seluruh aparat desa, kelurahan dan kecamatan  mengenai pentingnya pengelolaan arsip yang baik dan benar," jelas Rahma.

Penggunaan aplikasi Simpan Brownis bermanfaat meningkatkan efisiensi kerja karena arsip bisa ditemukan lebih cepat menyediakan bukti administratif yang lengkap dan valid serta menjamin keamanan dokumen penting dari kerusakan fisik atau kehilangan.

Selain itu mempermudah pelacakan dan monitoring arsip dalam satu sistem hingga mendukung keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas kinerja perangkat daerah.

Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari PT Mahakarya Inovasi Bangsa, Rahmat Hidayat dan PT Solusi Arsip Indonesia Cabang Kalimantan Selatan Eriko Bagas Pratama.
 



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026