Sebanyak 7.000 anggota TNI-AD Korem 101 Antasari Kalimantan Selatan disiapkan untuk membedah sebanyak 657 sekolah yang kini kondisinya cukup memprihatinkan yang berada wilayah Kalimantan Selatan.
Danrem 101 Antasari Kol Infantri Komaruddin S Miris di Banjarmasin, Minggu mengatakan, dari data yang dia peroleh hingga Nopember 2011 di Kalimantan Selatan tercatat 657 gedung sekolah rusak berat dan 50 lainnya rusak ringan.
Sementara tambah dia, perbaikan yang dapat dilakukan pemerintah hanya 50 bangunan sekolah dalam setahun, artinya di perlukan waktu 13 tahun lebih untuk dapat memperbaiki semua sekolah yang rusak tersebut.
Membantu percepatan perbaikan bangunan sekolah yang rusak tersebut, pada 2012 TNI bersama Kemendiknas melakukan kesepakatan bersama (MoU) untuk perbaikan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan tersebut.
"Hanya saja hingga kini sinergi pelaksanaannya belum sampai daerah," katanya.
Namun demikian, diluar MoU tersebut, pihaknya telah melakukan program bedah sekolah di Kabupaten Tabalong dan Tanah Bumbu bekerjasama pihak ketiga sebagai bentuk tanggungjawab sosial usahanya," kata Komaruddin.
Menurut Danrem dengan 7.000 personel yang mereka miliki, diharapkan akan mampu menyelesaikan perbaikan sekolah tersebut dengan lebih cepat.
Paling tidak, dalam setahun dapat diperbaiki 200 sekolah dengan 100 sekolah setiap semesternya.
"Jadi sekolah tersebut diperbaiki di saat libur panjang, sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar," katanya.
Danrem berharap, keikutsertaan TNI dalam proses perbaikan sekolah tersebut bisa lebih mendekatkan institusi tersebut kepada rakyat.
Bukan hanya pada program pendidikan, TNI juga berperan aktif dalam program penghijauan.
Saat ini, tambah Komaruddin, pihaknya sedang melakukan penghijauan di lahan seluas 450 hektar di desa Batakan Kabupaten Tanah Laut.
Rencananya program tersebut akan berlanjut pada 2012 dengan melakukan penghijuan terhadap 2500 hektar lahan di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.rym/B.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.