Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berusaha meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata setempat.
"Kami akan menggejot penerimaan PAD dari sektor pariwisata melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga setempat," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Banjarmasin, Noor Hasan kepada pers di balaikota Banjarmasin, Rabu.
Karena itu, katanya, pembinaan terhadap dunia kepariwisataan akan terus ditingkatkan.
Menurutnya, penerimaan PAD Kota Banjarmasin belakangan ini dinilai cukup tinggi, yaitu sebesar Rp26 miliar per tahun, dan ke depan jumlah itu akan terus dinaikkan dalam upaya membiayai pembangunan lainnya.
Tahun 2012, Pemkot Banjarmasin menetapkan target penerimaan PAD dari sektor kepariwsataan menjadi sekitar Rp30 miliar, katanya.
PAD dari sektor pariwisata itu berasal dari penerimaan PP I yaitu retribusi hotel, restauran, dan tempat hiburan, sektor ini pula yang cukup mendominasi kepariwisataan setempat, katanya.
Oleh karena itu, pembinaan terhadap perhotelan, rumah-rumah makan, dan restauran serta lokasi hiburan akan terus ditingkatkan pula, di samping objek-objek wisata lainnya, jelasnya.
Ketika ditanya kunjungan wisatawan terbesar di wilayah yang berjuluk "Kota Seribu Sungai" tersebut, Noor Hasan menyebutkan adalah wisata belanja dan hiburan.
"Lihat saja lokasi pusat perbelanjaan dan pusat hiburan lama selalu sesak oleh wisatawan, khususnya wisatawan lokal, seperti Duta Mall saja begitu besar seakan tak mampu menampung membludaknya pengunjung," katanya.
Menurutnya, wisatawn lokal adalah pengunjung yang berasal dari kota-kota lain di Kalsel, di luar Banjarmasin serta warga yang berasal dari kota-kota lain dari provinsi tetangga Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Timur (Kaltim).
Sementara wisatawan yang berasal dari Pulau Jawa atau Nusantara dan mancanegara lebih menyukai pariwisata Pasar Terapung yang sudah begitu dikenal.
Oleh karena itu, pasar terapung Sungai Barito di Desa Kuin Banjarmasin itu pun akan terus dibenahi untuk memberikan kenyamanan bagi wisatrawan, tuturnya.H005/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.