Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz Haji Muhammad Ghazali Mukri mengungkap rahasia bagi kaum Muslim bersiwak, dalam tausiyah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel), Jum'at malam. 

"Memang bersiwak bukan wajib atau hanya sunat, tapi mempunyai kegunaan serta makna mendalam," ujar alumnus Universitas Al Azhar Kairo Mesir bergelar "Lc" tersebut. 

Pengasuh salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Kalsel itu mengatakan, bahwa siwak tersebut sunah pada tiga keadaan yaitu ketika alami perubahan, bangun tidur dan ketika mau shalat. 

Tujuan bersiwak membersihkan mulut untuk mendapatkan ridha Allah SWT, lanjut putra almarhum H Mukri Gawit,. seorang ulama intelektual dan pernah Anggota DPRD Kalsel. 

"Karena bersih mulut penting, terlebih mau mengucap 'asma' (nama-nama) Allah. Kan shalat tersebut pada hakikatnya menyebut asma Allah," ujar mantan Anggota DPRD Kota Banjarmasin itu. 

Begitu pula sebagaimana Hadits Rasulullah saw, bahwa kebersihan sebagian dari iman, dan peribahasa menyatakan  bersih pangkal sehat, lanjut Ustadz Ghazali Mukri. 

Ia menambahkan, bahwa Rasulullah Muhammad saw bersabda : "seandainya tidak merepotkan, maka bersiwak itu aku wajibkan. Karenanya pula Rasulullah saw menyatakan nilai pahala bersiwak sama dengan 70 raka'at shalat sunat, " kutip Ustadz Ghazali. 

Ustadz HM Ghazali Mulai saat tausiyah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Jum'at (30/5/2025) malam (ANTARA/HO Syamsuddin Hasan)

Menurut dia, memang banyak orang/kaum Muslim yang terkesan menganggap bersiwak hal sepele, mungkin tidak atau kurang mengetahui makna hakiki dan bisa tak mau repot. 

"Namun seandainya ada waktu atau tidak merepotkan,. tak salahnya bersiwak ketika mau shalat,.baik shalat wajib maupun shalat sunat guna menambah nilai ibadah serta mendapatkan ridha Allah SWT," demikian HM Ghazali Mukri.



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026