Harga Premium di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada tingkat pengecer melonjak hingga Rp9.000 per liter dari biasanya yang hanya berkisar Rp6.000-Rp7.000 per liter.
Tingginya harga premium karena di SPBU sering kali kehabisan," kata pemilik kios yang menjual premium, Abdul Karim, di Batulicin, Senin.
Ia menambahkan, kekosongan premium sering kali menyababkan pengendara sepeda motor terjadi mogok ditengah jalan dan terpaksa harus mendorong sampai ke kios lain dengan jarak relatif jauh demi mendapatkan bahan bakar tersebut.
Sebab hampir semua kios mulai pagi hari sudah kehabisan premium sementara pelayanan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih belum ada yang buka akibat kekosongan.
Tingginya harga premium, sebelumnya telah dipicu dengan adanya antrian panjang di sejumlah SPBU yang membuat pemilik kios terpaksa harus membeli bensin melalui jasa pelansir. Hal tersebut diperparah dengan masih terbatasnya ketersediaan jumlah premium yang ada di SPBU hingga membuat pelansir sendiri juga sering tidak mendapat pasokan bahan bakar tersebut.
Sering kosongannya BBM, katanya, jika tidak teratasi oleh pihak pemerintah kawatir akan berakibat terhadap terganggunya distribusi barang kebutuhan pokok ke sejumlah pelosok desa. Sebab kekosongan premium bukan hanya terjadi dikawasan Batulicin, pusat ibukota Kabupaten Tanah Bumbu, tapi beberapa daerah yang ada di daerah tersebut.
"Pemerintah harus cepat menyikapi masalah ini. Kalau tidak, perekonomian bisa jadi terganggu, Sebab distribusi barang kebutuhan masyarakat ke daerah pedesaan sebagian besar pakai ranportasi roda dua dan roda empat," katanya.yanto/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.