Sejumlah pengusaha mengharapkan terbangunnya pusat ekonomi khusus di wilayah Kotabaru, Kalimantan Selatan mengingat daerah tersebut memiliki banyak potensi yang belum dikembangkan.
Seorang pengusaha asal Surabaya Junaidi, Sabtu mengatakan, Kotabaru banyak memiliki potensi yang bisa dikembangkan namun sayang pemerintah belum membangun kawasan ekonomi khusus sebagai tempat berkumpulnya para pengusaha lokal dan luar daerah.
"Seperti potensi kelautan, banyak pengusaha yang melirik tetapi dari mana memulainya karena tidak ada kawasan khusus untuk bertransaksi," ujranya.
Salah satu potensi yang bisa dikembangkan adalah rumput laut, kerang mutiara dan ikan kerapu.
Kotabaru bagian selatan memiliki perairan laut yang cukup refresentatif untuk budi daya potensi tersebut, sementara pasar luar negeri bahkan dalam negeri sendiri cukup bagus.
Menurut dia, pemerintah hanya cukup menyediakan lahan dan memberikan kemudahan perizinan di lokasi tersebut dengan sendirinya daerah itu akan berkembang pesat terutama dibidang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kotabaru H. Ansyar Noor MM beberapa waktu lalu mengatakan, Kotabaru mengharapkan terpilih menjadi satu diantara lima daerah di Indonesia yang ditunjuk menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).
"Terdapat 48 daerah di 27 provinsi kini memperebutkan untuk ditunjuk sebagai daerah yang memiliki kawasan ekonomi khusus," terangnya.
Menurut dia, dengan kerja keras yang disinergikan dengan potensi Pulau Laut Barat, Kotabaru, layak menjadi satu diantara lima daerah yang ditunjuk menjadi KEK.
Diantara keunggulan Kotabaru yang tidak dimiliki daerah lain Pulau Laut merupakan bagian dari wilayah ALKI II yang memiliki alur pelayaran perdagangan internasional.
Kotabaru memiliki alur laut yang cukup dalam yakni sekitar 20-30 meter lebih sehingga dapat disinggahi kapal-kapal yang berbobot mati hingga 200 ribu metrik ton.
Sebagai bahan pertimbangan pemerintah pusat, Kotabaru menyiapkan lahan sekitar 5.000 hektare (ha) untuk program kawasan ekonomi khusus tersebut, termasuk untuk pelabuhan dan industri berskala internasional.(C/A)
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.