"Perawat merupakan profesi yang mulia dan berjiwa nasionalis. Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berpedoman pada kode etik keperawatan yang merupakan perwujudan dari Pancasila,Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Perawat merupakan suatu profesi yang mulai dan berjiwa nasionalis dalam melayani kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan termasuk tuntutan terhadap asuhan keperawatan yang berkualitas akan semakin besar.
"Perawat merupakan profesi yang mulia dan berjiwa nasionalis. Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berpedoman pada kode etik keperawatan yang merupakan perwujudan dari Pancasila," kata Direktur Akper Kesdam VI/Mulawarman Letnan Kolonel Ckm Endro Prabowo di Banjarmasin, Senin.
Ia mengatakan dengan adanya globalisasi, dimana perpindahan penduduk dimungkinkan bisa menyebabkan adanya pergeseran terhadap tuntutan asuhan keperawatan.
"Asuhan keperawatan kepada klien dilaksanakan secara komprehensif meliputi bio, psiko, sosio dan kultural. Integrasi asuhan keperawatan dalam menjaga keutuhan NKRI dengan menghargai harkat dan martabat setiap klien tanpa membedakan suku, agama, ras dan budaya serta nilai adat istiadat yang diyakini oleh klien," ucap Endro.
Dalam seminar yang diikuti 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan tenaga medis se-Banjarmasin itu, juga menghadirkan narasumber Edi Wuryanto S.kp.,M.Kep dan Dr. Macli Riyadi. Termasuk Kordinator Kopertis Wilayah XI Kalimantan Prof Dr Idiannor Mahyudin yang turut berbaur dengan peserta seminar sebagai tamu undangan.
Menurut Dr. Macli Riyadi, perawat harus mampu berlaku adil terhadap setiap klien dengan mengedepankan kepentingan klien di atas kepentingan pribadi, kelompok atau golongan.
"Perawat harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan serta setiap tindakan keperawatan kepada klien harus dimusyawarahkan dan mendapat persetujuan dari klien," tuturnya.
Dr Macli Riyadi terus mengatakan pada prinsipnya, integrasi profesi perawat dalam menjaga keutuhan NKRI mutlak berpedoman pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Pewarta: FirmanEditor : Gunawan Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.