Direktur Sarana Promosi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, I Putu Ngurah mengatakan  obyek wisata Pasar Terapung perlu dikemas lebih baik lagi agar bisa menarik wisatawan nusantara dan mancanegara.

"Pasar Terapung yang kini menjadi ikon pariwisata Kalsel perlu dikemas lebih menarik lagi sehingga pihak terkait termasuk pemerintah tidak salah menjual wisata sungai tersebut," kata Putu usai pembukaan festival Pasar Terapung di Banjarmasin, Kamis.

Menurut Putu, untuk bisa mengemas pasar yang transaksi jual belinya dilakukan di sungai tersebut, perlu mengundang tenaga ahli yang memiliki kemampuan mengemas pasar tradisional di Banjarmasin tersebut menjadi lebih menarik.

Dengan demikian, kata dia, pasar yang kini mulai tergerus pasar modern tersebut bisa dijual baik ke dalam negeri maupun luar negeri.

Menurut dia, di Kementerian Pariwisata pada dasarnya memiliki direktorat pengembangan pasar untuk menganalisa ke daerah maupun negara mana potensi pasar tersebut bisa dijual.

Bila potensinya sudah bisa diketahui dan pasar bersangkutan bisa dikemas lebih menarik lagi, maka upaya untuk menjual wisata tersebut juga akan jauh lebih mudah.

Putu juga menekankan agar masyarakat lebih mengenali budaya bangsa sendiri yang cukup kaya dan beragam.

Ketua Penyelenggara Festival Pasar Terapung, Fitri Rifani mengatakan Festival budaya Pasar Terapung merupakan yang ke empat kalinya dilaksanakan sejak 2008.

Festival tersebut, kata dia, dimaksudkan untuk meningkatkan dan melestarikan kebudayaan daerah.

"Selain itu kami berharap festival yang dilaksanakan pada 24-26 November ini mampu mendongkrak kunjungan wisata ke Kalsel," katanya.

Kendati kemasan festival budaya tahun ke IV ini kalah menarik dibanding tahun-tahun sebelumnya, namun masyarakat tetap antusias menyaksikan atraksi budaya yang disajikan.

Festival Pasar Terapung yang juga menampilkan sekitar 45 budaya di Kalsel resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Resnawan, di pinggiran Sungai Martapura Banjarmasin atau di halaman Kantor Gubernur Kalsel.

Festival keempat yang akan berlangsung hingga 26 November itu diisi sejumlah kegiatan budaya, di antaranya lomba jukung hias, pawai budaya, dan kampung Banjar yang mengetengahkan kuliner dari 13 kabupaten/kota di Kalsel.

Pada gelaran kesenian Reog Ponorogo Wagub dan Wakil Walikota Banjarmasin didaulat untuk naik ke atas kepala singa sambil ikut menari diiringi gendang.

Gelaran tersebut kendati cukup menegangkan namun mendapatkan sambutan cukup antusias dari penonton./B*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026