Harga karet yang kembali murah ini agar warga yang bekerja sebagai petani karet bisa mulai untuk mencoba peruntungan lainnya seperti bertani bawang merah, cabai rawit, dan tanaman holtikultura lainnyaRantau, (Antaranews Kalsel) - Kembali turunnya harga karet membuat Bupati Tapin HM Arifin Arpan prihatin dengan kondisi para petani karet yang ada di Tapin.
Dalam Safari Jumat (21/4) yang dilaksanakan di Desa Ruminti kecamatan Tapin Selatan, Bupati mengingatkan agar masyarakat yang kebanayakan bekerja sebagai petani karet agar bisa memanfaatkan peluang dan bisa memanfaatkan lahannya agar lebih produktif.
"Harga karet yang kembali murah ini agar warga yang bekerja sebagai petani karet bisa mulai untuk mencoba peruntungan lainnya seperti bertani bawang merah, cabai rawit, dan tanaman holtikultura lainnya," ujar Bupati.
Selain lebih mudah, bercocok tanam sayuran dan tnaman holtikultura lainnya juga lebih cepat untuk dipanen dan bisa dimanfaatkan sendiri dan juga bisa dijual.
"Kalau kita menanam sendiri cabai, tomat, dan sayuran lainnya bisa kita manfaatkan sendiri sehingga bisa memangkas pengeluaran dalam rumah tangga karena tidak perlu harus membeli," kata Bupati.
Dikataknnya, selain bisa memangkas pengeluaran dalam rumah tangga, hasil kebun sendiri tentu lebih nikmat dan lebih memuaskan dan tentunya lebih sehat.
"Tentu lebih aman dan sehat karena kita sendiri yang merawatnya," ujar Bupati.
Pewarta: M Husein AsyariEditor : Muhammad Husien Asy'ari
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.