Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika , menyiapkan draf pembenahan terminal induk kilometer enam kota setempat.



"Kita mendesak pembenahan terminal ini, karena itu kita siapkan drafnya," kata Kepala Dishubkominfo setempat, Drs Rusdiansyah  kepada Pers di Balaikota Banjarmasin, Rabu.


Menurutnya, draf tersebut dibutuhkan sebagai syarat yang diajukan  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel dalam proses hibah lahan terminal dari Pemprov ke Pemkot Banjarmasin.


Jika sudah dihibahkan, maka lebih mudah dalam pengelolaan terminal armada angkutan antarkota, antarkabupaten, dan antarprovinsi terbesar Kalsel tersebut.


Ia mengakui, draf tersebut masih dalam proses  hingga belum bisa diserahkan, tetapi secepatnya diselesaikan agar pembenahan terminal itu juga bisa lebih cepat, mengingat kondisinya kian semrawut saja.


Ia menamahkan, kondisi yang cukup mendesak dalam mengatasi kesemrawutan terminal tersebut, pihaknya tahun 2012 menganggarkan Rp5 miliar.


Menurutnya, penataan terminal itu penting menmgingat, terminal selaku pintu pertama masuk pendatang harus bagus dan tertata rapi untuk memberikan kesan baik bagi pendatang, bukan seperti sekarang semrawut, sehingga harus ditata.


"Tahun ini bisa dilakukan pembebasan terhadap puluhan rumah liar yang ada di sisi kiri belakang terminal, agar areal terminal menjadi lebih luas mencapai tiga hektare," katanya.


Menurutnya, setelah terbebas dari bangunan liar, terminal akan dipagar agar tidak ada lagi aktivitas lain di areal tersebut, kecuali kegiatan terminal," tambahnya.


Ia mengakui, lokasi itu belum pernah  diperbaiki hingga kian semrawut. Ratusan armada angkutan antarkota, antarkabupaten dan antarprovinsi  terpaksa berbagi lahan sempit agar bisa parkir di terminal tersebut.


Rencananya akan dibuat pengelompokan lokasi bagian mana armada angkutan kota, angkutan kabupaten dan angkutan antarprovinsi, tambahnya.


Menyinggung terdapatnya bangunan Banjarmasin Trade Centre (BTC) di lokasi terminal, disebutkannya lahan BTC yang berada sebelah kanan  terminal itu nantinya dipagar hingga tak berada di lokasi terminal.


Oleh karena itu terminal sebelah kiri terus diperluas dengan membebaskan bangunan liar hingga menjadi tiga hektare agar cukup ideal bagi sebuah terminal induk, demikian Rusdiansyah./hsan/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026