Distribusi Air PDAM Kembali Normal

Distribusi air bersih yang disalurkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar yang sempat terganggu karena adanya kegiatan pembersihan saluran irigasi, sudah kembali normal.

Kepala Bagian Umum PDAM Intan Banjar Dedy Rahmat Setiawan, Senin mengatakan, distribusi sudah mulai normal sejak hariMinggu dan sekarang masih dalam masa pemulihan pascapembersihan saluran irigasi.

"Distribusi sudah mulai lancar sejak hari Minggu seiring selesainya kegiatan pembersihan saluran irigasi dan sekarang tinggal pemulihan agar seluruh pelanggan terlayani," ujarnya.

Sebelumnya, sesuai jadwal yang ditetapkan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalsel melalui Bidang Sumber Daya Air sebagai pelaksana, kegiatan pembersihan saluran irigasi berlangsung sejak 9-15 November 2011.

Pembersihan saluran melalui pengeringan saluran air dari Sungai Riam Kanan yang airnya digunakan sebagai air baku PDAM Intan Banjar itu membuat 18 ribu pelanggan di Banjarbaru dan Martapura mengalami kesulitan air.

Pelanggan terpaksa menghemat air karena Instalasi Pengolahan Air (IPA) I STM dan IPA II Pinus tidak bisa memproduksi air bersih karena sumber air baku tidak ada karena adanya pengeringan irigasi.

Dikatakan Dedy, tahap pemulihan distribusi ini masih akan berlangsung satu dua hari ke depan sehingga pelanggan yang tempat tinggalnya di dataran tinggi masih belum maksimal mendapatkan air bersih.

"Pelanggan dataran tinggi seperti Gunung Ronggeng, Kelurahan Sungai Ulin dan Komplek Banua Permai Banjarbaru termasuk pelanggan yang rumahnya di ujung saluran masih belum normal menerima air bersih," kata dia.

Salah seorang pelanggan, Rasidi mengaku gembira air bersih yang didistribusikan kembali normal sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari seperti mandi dan kegiatan rumah tangga lainnya.

"Kami sempat menampung air di tandon sebagai persiapan saat air ledeng macet, tetapi kami bersyukur karena distribusi air sudah kembali normal sehingga tenang beraktivitas," katanya. yoz*C



Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026