Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan meminta bantuan pihak Korea untuk mengatasi persoalan kehilangan air bersih.


Direktur PDAM Banjarmasin, Ir Muslih di Banjarmasin, Jumat mengatakan, tadinya dalam upaya mengurangi kehilangan air tersebut pihaknya ingin minta bantuan negara Jepang.


Tetapi karena di negara tersebut terkena musibah tsunami makanya kerjasama dengan Jepang dibatalkan.


Agar program penurunan kehilangan air bersih PDAM Bandarmasih tetap berjalan, akhirnya pemerintah pusat merekomendasi untuk menggandeng tim perusahaan air minum Korea, Q-Water dan  tim itu kini berada di Banjarmasin untuk mulai mendeteksi jaringan air bersih PDAM Bandarmasih.


"Kita ingin meniru perusahaan air bersih Q-Water, milik Korea, yang tingkat kehilangan airnya hanya 14 persen, karena sekarang ini tingkat kehilangan air bersih PDAM Bandarmasih masih 28,5 persen," kata Muslih.


Muslih juga mengatakan kedatangan tim Q-Water untuk menurunkan kehilangan air bersih ke Banjarmasin ini biayanya berasal dari  Asia Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia yang memang sangat peduli dalam kehilangan air bersih.


Terpilihnya PDAM Bandarmasih mendapatkan bantuan program penurunan kehilangan air bersih sehubungan saat ini PDAM Bandarmasih merupakan salah satu perusahaan terbaik di Indonesia yang memberikan layanan di bidang air bersih.


Khusus tim Korea yang datang ke Banjarmasin masing-masing adalah Han Deak Cun, Juhwan Kim, dan Seung-Kyoung Yang.


Sekarang ini mereka sudah turun ke lapangan dan melakukan pendataan untuk jaringan yang diharapkan bisa menurunkan kehilangan air bersih milik PDAM Bandarmasih.


Diakui memang memerlukan waktu tapi yang jelas usaha penurunan kehilangan air bersih sudah dimulai dan diharapkan tak lama lagi kehilangan air bersih PDAM bisa terus menurun seperti perusahaan milik Korea itu, demikian Muslih./hsan*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026