Kita tidak boleh lalai tetapi harus tetap berupaya menjaga, memelihara, merawat dan meningkatkan kedamaian dan kerukunan yang telah kita bina dengan bak selama ini.Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini terus berupaya dalam memperkokoh suasana kehidupan beragama yang damai, rukun dan harmonis melalui kegiatan saresehan keagamaan.
"Semua harus sinergi dan bekerja sama membangun komunikasi untuk mencegah terjadinya potensi ketidaksembangan di bidang keagamaan," ingat Gubernur H Sahbirin Noor melalui Sekdaprov Kalsel Drs Abdul Haris, MSi, di acara Sarasehan dan Dialog Umat Beragama Provinsi Kalsel, di Ruang H Aberani Sulaima Setdaprov Kalsel, Banjarbaru.
Dikatakan Sekdaprov, meskipun di Kalimantan Selatan kehidupan agama saat ini tergolong baik dan kondusif baik dalam hubungan antar umat beragama, hubungan umat beragama dengan pemerintah, namun upaya penguatan hubungan harmonisasi harus tetap dilakukan.
"Kita tidak boleh lalai tetapi harus tetap berupaya menjaga, memelihara, merawat dan meningkatkan kedamaian dan kerukunan yang telah kita bina dengan bak selama ini. Saresehan seperti ini merupakan salah satu membina dan memelihara hubungan baik tersebut," tandasnya.
Gubernur Kalsel, lanjut Haris mengucapkan terima kasih kepala para ulama pimpinan agma tokoh lintas agama dan masyarakat yang telah berperan besar menjaga kekompakan umat beragama.
Turut hadir dalam kegiatan saresehan Bertema Mengaktualisasikan Nilai-nilai Agama dalam Mewujudkan Kedamaian dan Kerukunan Umat beragama, Kasubid Lembaga Keagamaan Pusat Kerukunan Umat Beragama
Kementerian Agama RI, Dr Ubaidillah, MA dan Ketua FKUB Kalsel, Dr Mirhan, MAg.
Sementara itu Dr Ubaidillah mengatakan, isu keagamaan merupakan variable-variabel sosial yang dapat berpotensi terjadi ketidaksembangan hubungan antar umat beragama.
Pemerintah Provinsi Kalsel mengupayakan penguatan kerukunan umat beragama yang merupakan program prioritas pemerintah pusat. Ini tertuang dalam peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 8 dan No.9 Tahun 2006 tentang penguatan kerukunan antar umat beragama.
Diungkapkan Ubaidillah, Provinsi Papua dan NTT menjadi yang terbaik indeks kerukunan umat beragamanya. Untuk daerah lain memperkuat empowering dan dialog-dialog keagamaan yang melibatkan pemuka agama, seperti kegiatan sarasehan ini menjadi penting.
Selain itu juga koordinasi dengan semua instansi terkait, LSM serta melakukan survey maupun maping tentang kondisi umat beragama wajib dilakukan.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.