Sehari sekitar dua truck limbah kotoran sapi di angkut dan di bawa ke luar daerah untuk dijadikan pupuk tanamanRantau, (Antaranews Kalsel) - Kecamatan Hatungun yang menjadi sentra tanaman bawang merah juga menjadi pemasuk terbesar kebutuhan daging sapi di Kabupaten Tapin.
"Namun sayang, banyaknya peternakan sapi belum diimbangi dengan pengolahan limba kotoran sapi dengan baik," kata petani Desa Asam Randah, Rahmad, di Tapin, Selasa.
Menurut dia, setiap hari produksi limba kotoran sapi mencapai kisaran dua truck yangdi angkut ke luar daerah untuk dijadikan pupuk tanaman.
Ia bersama warga lainnya meminta Pemkab Tapin untuk memberikan bantuan Alat Pengolahan Pupuk Organik (APPO), agar limbah kotoran hewan sapi dan hewan lainnya bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk kepentingan pertanian.
Menanggapi permintaan warganya, Bupati Tapin HM Arifin Arpan mengatakan bahwa pihaknya akan mencoba membelikan mesin pengolahan limbah yang dimaksud.
"Sayang kalau limbah-limbah tersebut dimanfaatkan oleh pihak lain, lebih baik kita manfaatkan untuk daerah kita khususnya dibidang pertanian, apalagi di daerah sini salah satu sentral pertanian bawang merah di Tapin," katnya.
Pewarta: M Husein AsyariEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.