Serapan dana jaminan kesehatan masyarakat di Kalimantan Selatan mencapai Rp23 miliar lebih atau 75,5 persen dari total dana yang disiapkan pemerintah pusat sebesar Rp30,8 miliar lebih.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Rosihan Adhani di Banjarmasin, Rabu mengatakan, pada 2011 Kalsel mendapatkan luncuran dana Jamkesmas tahap satu dan dua sebesar Rp20,5 m iliar lebih.

Sementara sisa dana Jamkesmas 2010 sebesar Rp10,3 miliar lebih sehingga total dana Jamkesmas untuk warga kurang mampu di Kalsel sebesar Rp30,8 miliar lebih.

Jumlah pengeluaran dana Jamkesmas tersebut lebih kecil dibandingkan 2010 yang mencapai Rp40 miliar dari total dana yang disiapkan pemerintah sebesar Rp50 miliar.

Sebelumnya, dalam sosialisasi pemanfaatan jaminan sosial masyarakat disebutkan jumlah peserta Jamkesmas di Kalsel sebanyak 843 ribu orang.

Bagi warga miskin yang tidak bisa dilayani melalalui Jamkesmas, tambah Rosihan Pemerintah Provinsi Kalsel juga menyiapkan dana jaminan kesehatan provinsi (Jamkesprov).

Hingga Agusutus 2011 penyerapan dana Jamkesprov sebesar Rp2,7 miliar atau 27,5 persen dari total dana yang telah disiapkan.

"Dana Jamkesprov tersebut diberikan kepada warga miskin yang tidak masuk dalam Jamkesmas," katanya.

Sedangkan warga miskin di kabupaten yang tidak terdata oleh Jamkesmas akan masuk dalam Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) tempat di mana pasien tinggal.

"Bila pasien tidak bisa ditangani di kabupaten melalui dana Jamkesda, bisa dibantu dengan dana Jamkesprov," katanya.

Salah seorang pasien peserta Jamkesmas Heri yang baru keluar dari Rumah Sakit Banjarbaru mengaku sangat bersyukur menjadi peserta Jamkesmas karena seluruh biaya pengobatan anaknya yang menderita sakit muntaber ditanggung pemerintah.

"Saya sangat bersyukur karena selama satu minggu dirawat di rumah sakit Banjarbaru tidak mengeluarkan uang sedikitpun," katanya.

Bukan hanya gratis, tambah Heri, pelayanan terhadap pasien dan keluarganya juga cukup bagus, perawat cukup ramah serta setiap saat bahkan hampir satu jam sekali selalu dilakukan pengecekan.

Kebersihannyapun juga cukup terjaga dengan baik, tanpa ada perbedaan antara peserta Jamkesmas maupun bukan.

"Bahkan untuk makan pasien dan keluarga juga ditanggung pihak rumah sakit," kata Heri./B*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026