Dinas Kehutanan Peternakan dan Perikanan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan menyiapkan 2.635 ekor hewan untuk keperluan ibadah kurban pada Idul Adha 1431 Hijriah November mendatang, ujar Kepala Bidang Peternakan, Dishutnakan Fatoni Zulkarnaen.
        
"Hewan-hewan itu terdiri atas 975 ekor sapi, 60 ekor kerbau, 1.250 ekor kambing dan 350 ekor domba," katanya di Barabai, ibu kota HST, Senin.
        
Hewan-hewan itu berasal dari 22 peternakan yang tersebar di Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), Barabai, Batang Alai Utara (BAU), Batu Benawa, Pandawan, Haruyan dan Labuan Amas Utara (LAU).
        
Berdasarkan hasil pendataan instansi setempat, untuk ibadah kurban kali ini wilayah HST membutuhkan ketersediaan hewan sebanyak 1.291 ekor yang terdiri atas 299 ekor sapi, 35 ekor kerbau, 810 ekor kambing dan 200 ekor domba.
        
"Berdasarkan kebutuhan hewan kurban dengan ketersediaan yang kita miliki artinya masih terdapat kelebihan stok sebanyak 1.344 ekor," katanya.
        
Kelebihan stok hewan kurban itu terdiri atas 299 ekor sapi, 35 ekor kerbau, 810 ekor kambing dan 200 ekor domba.
        
Kelebihan stok hewan kurban yang ada sebagian dipersiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan kebutuhan di dalam daerah dan sebagian dikirim ke luar daerah.
        
"Selain menjaga ketersediaan stok hewan kurban, kita juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan-hewan itu," tambahnya.
        
Saat ini Dishutnakan mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang tata cara memilih hewan kurban yang baik dan benar serta teknik pemotongan, penanganan serta penyimpanan daging.
        
Kepada para peternak juga diimbau agar melaporkan persediaan hewan kurban yang mereka miliki kepada petugas kesehatan hewan terdekat, agar dapat dengan segera dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan.
        
Selain itu dilakukan pengawasan lebih intensif terhadap lalu lintas distribusi ternak khususnya yang masuk ke Hulu Sungai Tengah untuk mencegah kemungkinan terjadinya penularan penyakit.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026