Saat ini lagi ramai masalah intoleransi atau hilangnya rasa toleransi, ini harus dicegah, karena bisa merusak persatuan dan kesatuan,
Rantau,  (Antaranews Kalsel) - Kapolres Tapin, Kalimantan Selatan, Ajun Komunisaris Besar Polisi (AKBP) Zulkifli Ismail turun ke sekolah-sekolah untuk kembali mengingatkan pelajar tentang pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama.

Kapolres Zulkifli yang kali ini menjadi pembina upacara bendera di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (SMAN 1) Rantau, Senin, mengatakan seluruh pelajar harus terus menumbuhkan rasa toleransi antarumat beragama, atarsuku, ras dan antargolongan di dalam lingkungan sekolah dan luar sekolah.

"Saat ini lagi ramai masalah intoleransi atau hilangnya rasa toleransi, ini harus dicegah, karena bisa merusak persatuan dan kesatuan," kata Kapolres.

Menurut dia, toleransi adalah indeantitas negara, sehingga jangan sampai terhapus oleh perkembangan zaman yang semakin modern.

"Khususnya bagi yang menggunakan internet, agar bisa menyaring segala informasi yang bisa memecah belah negara," katanya lagi.

Maka dengan itu, peran guru di sekolah sangat diperlukan dalam pembinaan kepada para pelajar, agar tidak mudah terhasut dan terpengaruh oleh informasi-informasi di media yang bisa merusak rasa toleransi.

"Hormati kawan-kawan antarumat beragama agar tetap terjaga keharmonisan di dalam sekolah dan di luar sekolah," Katanya lagi.

Sebagaimana diketahui, saat ini perkembangan informasi melalui media sosial sangat luar biasa mempengaruhi kehidupan generasi muda, baik itu positif maupun negatif.

Sehingga, tambah dia, generasi muda harus pandai-pandai menyaring informasi yang masuk, sehingga tidak terpengaruh oleh informasi-informasi negatif yang belum tentu benar.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengingatkan akan dampak negatif dari narkoba khususnya Zenith yang sudah mulai masuk ke tingkat para pelajar.

"Orang yang hebat, adalah orang-orang yang mempersiapkan masa depannya untuk menjadi lebih baik," kata Kapolres.

Saat ini, peredaran obat-obatan terlarang, sudah sangat meresahkan masyarakat, karena korbannya mulai dari pelajar SD hingga perguruan tinggi juga masyarakat kelas bawah hingga kelas menengah.

Bahkan di Kota Banjarmasin, kini telah ditetapkan sebagai kota dengan darurat zenit, karena tingginya tingkat peredaran obat-obatan yang dengan mudah di dapat dalam kios-kios, pasar dan toko-toko obat.

Harganya yang cukup terjangku, membuat obat yang merusak saraf tersebut, sangat cepat berkembang dan menjerat masyarkat generasi muda, dan sangat sulit untuk dibendung.

Pewarta: M Husain Asary
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026