Harus dilakukan segala persiapan penanganan lahan gambut melalui restorasi, supaya langkah tepat dan efektif dapat dilakukan, sehingga tidak lagi mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan setiap tahunny
Balangan, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan rapat koordinasi bersama Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) provinsi, untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan gambut khususnya di wilayah "Bumi Sanggam", Rabu (8/2) di Aula Benteng Tundakan, Setdakab setempat.
Bupati Balangan, H Ansharuddin, Rabu di Paringin, ibukota Kabupaten Balangan, menyampaikan, kebakaran hutan dan lahan gambut merupakan masalah yang pelik dan cukup sulit untuk diatasi, sehingga mengapresiasi terlaksananya rapat terfokus tersebut dengan TRGD Provinsi Kalimantan Selatan.
"Harus dilakukan segala persiapan penanganan lahan gambut melalui restorasi, supaya langkah tepat dan efektif dapat dilakukan, sehingga tidak lagi mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan setiap tahunnya," jelasnya.
Dikatakan, buruknya bencana kabut asap pada tahun 2015-2016 lalu di wilayah Kabupaten Balangan yang dirasakan semua warga setempat, membuat banyak dampak buruk, baik kesehatan, aktivitas, lalu lintas jalan, dan lain sebagainya.
Restorasi lahan gambut ini sangatlah penting, lanjut Bupati Balangan, karena sebagian lahan di Kabupaten Balangan merupakan lahan gambut, "Kami berharap agar semua elemen masyarakat dan instansi - instansi terkait dapat memahami pentingnya restorasi gambut dan langkah-langkah penanganannya, agar bencana kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap dapat dicegah, sekaligus dapat melestarikan fungsi dan potensi lahan gambut di wilayah Balangan," imbaunya.
Dalam kegiatan tersebut, berhadir narasummber dari Kepala Balai Rawa Parlinggoman SImanungkalit, yang dilanjutkan pemaparan dari penanganan sementara dari pihak Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Balangan.
Pewarta: Roly SupriadiEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.