Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Hulu Sungai Tengah berada ditengah pemukiman padat penduduk yang terletak di belakang Pos Polisi Burung Anggang.
Karena berada di kawasan perumahan penduduk dan digang sempit kini Dinas Peternakan dan Perikanan berencana memindahkan RPH dengan kapasitas pemotongan untuk empat hingga tujuh ekor sapi tersebut ke lokasi yang lebih representatif.
Kabid Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan HST Suyeti Ningsih mengatakan ke depan untuk meningkatkan pelayanan RPH, dibangun RPH yang lebih refresentatif di Desa Durian Gantang Kecamatan Labuan Amas Selatan.
Sebab kata dia, saat ini RPH yang ada tidak layak lagi untuk dimanfaatkan karena berada diperkampungan padat penduduk serta di lokasi yang sempit.
“Bulan September 2011 lalu RPH berproduksi kurang lebih 100 ekor hewan, untuk satu hewan dikenakan retribusi jasa pemotongan Rp 8.500 dan sewa tempat Rp5.000 serta tes kesehatan hewan Rp3.500,â€katanya.
RPH baru di Desa Durian Gantang kapasitasnya dapat menampung 10 ekor hewan dilengkapi dengan kandang peristirahatan.
Diharapkan pembenahan RPH tersebut mampu meningkatkan pelayanan potong hewan bagi masyarakat serta peningkatan PAD lebih optimal
Menghadapi lebaran Idul Adha, kata Suyeti stok hewan kurban di HST cukup bahkan meningkat karana pedagang tidak hanya mengambil stok ternak lokal tetapi juga mendatangkan dari luar daerah.
Menurut dia, berdasarkan data keperluan hewan kurban dari tahun ke tahun tidak jauh berbeda walau pun terjadi peningkatkan namun hal itu dapat teratasi.
Pada 2010 kebutuhan hewan kurban sebanyak 1061 ekor yang terdiri dari sapi atau kerbau, kambing dan domba sedangkan 2011 telah dipersiapkan sekitar 1.300 ekor.
“Stok Hewan kurban berasal dari sapi lokal atau pun yang didatangkan dari luar daerah dengan jenis Simental, PO, Limosin, Sapi Bali, Brahman dengan berat ideal 300-400 kilo gram,†katanya.
Dijelaskannya saat ini masyarakat sudah sangat teliti dalam memilih hewan kurban antara lain sapi atau hewan kurbannya telah mencapai umur 2 tahun, tidak cacat, jantan, sehat,
bulunya bersih serta tidak cacingan atau juga tidak terkena penyakit.
Kebanyakan warga HST lebih memilih warna bulu putih untuk hewan yang dikurbankan .
Harga sapi atau kerbau untuk kurban biasanya mulai dari harga Rp9 juta bahkan lebih tergantung kemampuan warga yang ingin berkurban dengan kuantitas yang dihasilkan minimal 100 kilogram. Fat/B.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.