Melalui pemilihan kepala desa setiap anggota masyarakat bisa memutuskan pemimpin desa melalui pemilihan yang jujur, adil dan terbukaMartapura (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 117 desa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, melaksanakan pemilihan kepala desa serentak untuk memilih pemimpin yang dipercaya oleh masyarakat di pedesaan.
Bupati Banjar Khalilurrahman di Kota Martapura, Rabu, mengatakan proses pemilihan kepala desa secara langsung merupakan wujud demokrasi yang telah berjalan di masyarakat.
"Melalui pemilihan kepala desa setiap anggota masyarakat bisa memutuskan pemimpin desa melalui pemilihan yang jujur, adil dan terbuka," ujarnya di sela kunjungan ke TPS Tanjung Rema.
Ia mengatakan pemilihan kepala desa atau akrab disebut masyarakat Banjar dengan sebutan pembakal dilaksanakan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Banjar.
Dijelaskan pelaksanaan pilkades yang dilaksanakan BPMPD sesuai tugas pokok dan fungsinya sebagai penyelenggara pemilihan pemimpin desa yang tersebar di berbagai wilayah di kabupaten itu.
"Kami yakin dan percaya, BPMPD bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik sehingga pelaksanaan pilkades pada 117 desa berjalan tertib dan lancar," ungkapnya.
Bupati juga meminta, pelaksanaan pilkades bisa berjalan aman dan kondusif sehingga ketenangan dan suasana tentram di lingkungan masyarakat bisa terus terpelihara.
"Harapan kami, melalui pilkades yang dijalankan secara jujur dan adil dapat terpilih pemimpin desa yang mau dan mampu memperbaiki kesejahteraan masyarakat desa," ucapnya.
Sementara itu, sejumlah TPS yang dijadikan titik pemungutan suara pilkades dikunjungi bupati yang didampingi istri Raudhatul Wardiyah yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Banjar.
Sejumlah TPS yang dikunjungi yakni TPS di Desa Tanjung Rema, Desa Pekauman, Desa Dalam Pagar Ulu, Desa Tungkaran, Desa Sungai Sipai, Desa Indrasari, dan Desa Bincau.
"Kami bersyukur, pelaksanaan pilkades berjalan aman, tertib dan lancar tidak diwarnai kejadian yang bisa mengganggu suasana kondusif di Kabupaten Banjar," katanya.
Editor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.