Pameran Jogja Expo Center menjadi ajang strategis bagi Pemkab Kotabaru Kalimantan Selatan untuk mempromosikan potensi daerah.

"Banyak manfaat yang bisa kita peroleh dalam pameran Jogja Expo Center (JEC), yang berlangsung mulai 13-16 Oktober," kata Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Perdagangan Penanaman Modal dan Pengelolaan Pasar Kotabaru Abdul Hadi, di Kotabaru, Kamis.

Hadi menjelaskan, banyak investor lokal dan mancanegara tertarik untuk menanamkan modalnya di Kotabaru, setelah mengetahui bahwa "Bumi Saijaan" ternyata memiliki banyak potensi yang bisa digarap.

Mereka banyak berminat untuk berinvestasi pada bidang perkebunan, seperti kelapa sawit, kakao dan karet.

Bidang kelautan dan perikanan, seperti budidaya tripang, rumput laut, serta kerang mutiara dan udang.

Sedangkan dibidang pertanian, seperti, budidaya tanaman palawija, padi serta holtikultura.

Investor asal China juga ingin mengetahui lebih detail, seberapa besar potensi batukapur yang merupakan bahan baku industri semen di Kotabaru.

Khusus untuk potensi batu kapur, Abdul Hadi menjelaskan, bahwa, t meski dieksploitasi bebera aindustri semen, batu kapur di Kotabariu tidak akan habis hingga 200 tahun.

"Begitu besarnya potensi batu kapur di Kotabaru," terangnya.

Menurut Kabid Penanaman Modal, ratusan stand yang ada di JEC selama 13-16 Oktober, stand dari Kabupaten Kotabaru paling banyak pengunjungnya.   

"Bahkan mereka tidak cukup hanya mendengarkan penjelasan petugas jaga di stand," ujarnya.

Akan tetapi para pengusaha tersebut juga meminta alamat dan nomor telepon dinas atau lembaga yang membidangi, seperti, dinas pertambangan, perkebunan, pertanian, kelautan dan perikanan serta kehutanan.

Hadi menjelaskan, Kabupaten Kotabaru yang memiliki potensi sumber daya alam cukup besar itu, masih perlu campur tangan investor lokal dan mancanegara.

"Harus ada langkah strategis pemerintah daerah untuk mengundang investor masuk ke daerah, misalkan,  dengan ikut membangun stand di setiap kegiatan pameran di Indonesia," paparnya./C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026