Anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan, H Muhammad Husaini dari Partai Demokrat, mempertanyakan, program PT PLN (Persero) yang akan memasang sejuta sambungan baru untuk pelanggan.


Pasalnya, kata dia,  selama ini listrik PLN  seperti di wilayah Kalselteng masih terjadi pemadaman, karena keterbatasan daya yang tersedia.
 
"Tapi PT PLN malah melakukan pemasangan baru sejuta sambungan," lanjutnya, di Banjarmasin, Selasa.

Anggota Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan energi (termasuk kelistrikan) itu khawatir, dengan pemasangan sejuta sambungan baru justru akan menambah parah masalah kelistrikan di wilayah Kalselteng, seperti makin seringnya "byar pet."

Wakil rakyat dari Demokrat itu menyayangkan terhadap kinerja manajemen PT PLN Kalselteng yang sering membuat kekecewaan masyarakat pengguna jasa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang kelistrikan tersebut.

Sebagai contoh janji manajemen PLN Kalselteng akan mengoperasikan pembangkit unit tiga pada Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut (Tala) Kalsel menjelang peringatan ke-66 detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Tahun 2011, ternyata molor.

Rencana pengoperasioan pembangkit unit tiga PLTU Asam-Asam (125 Km timur Banjarmasin) guna menambah daya listrik PLN Kalselteng, beberapa kali mengalami penundaan, terakhir dijadwalkan Oktober 2011, tertunda lagi hingga November mendatang.

"Janji-janji yang tidak ditepati itu, membuat masyarakat kecewa terhadap kinerja manajemen PLN Kalselteng," lanjut Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Kalsel terpilih itu.

"Karena dengan kondisi kelistrikan Kalsel seperti belakangan ini, yang masih sering  byar pet akan sangat mengganggu kerja serta kenyamanan masyarakat," tandasnya.

Selain itu, dengan kondisi kelistrikan PLN seperti belakangan ini rentan terjadi bencana kebakaran, demikian M Husaini.

Pada kesempatan terpisah, manajemen PLN Kalselteng mengaku, daya listrik yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan di wilayahnya masih mengalami defisit (kekurangan) pada saat beban puncak antara pukul 16.00 - 22.00 Wita.

Guna mengatasi kekurangan daya tersebut, PLN Kalselteng memprogramkan penambahan pembangkit pada PLTU Asam-Asam, yang semula baru dua menjadi empat unit masing-masing dengan kapasitas terpasang 65 Mega Watt (MW), dan unit III dijadwalkan operasional November 2011.

Selain itu, pembangunan PLTU Pulang Pisau di Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah (Kalteng) sebanyak dua unit masing-masing dengan rencana kapasitas terpasang 2 X 60 MW.

Dengan penambahan daya dari PLTU Asam-Asam dan PLTU Pulang Pisau (110 Km barat Banjarmasin) atau 87 Km timur Palangka Raya, ibukota Kalteng, maka listrik di dua provinsi bertetangga tersebut akan mengalami surplus.shn/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026