Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Selatan hingga kini belum menetapkan kandidat calon pengganti bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara .
Ketua DPW PPP Kalsel yang juga Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin di Banjarmasin, Minggu mengatakan, PPP belum menentukan kandidat dari partai yang maju Pemilukada 2012 menggantikan bupati HSU yang sekarang dijabat Aunul Hadi yang juga kader PPP.
Menurut Rudy, pihaknya tetap menunggu hasil musyawarah dan usulan dari DPC PPP HSU tentang nama-nama kandidat yang akan bersaing dalam Pemilukada daerah tersebut.
Sebab, kata Rudy, DPC yang mengetahui secara pasti siapa calon yang mereka inginkan dan layak untuk bisa menjabat sebagai kepala daerah di kabupaten tersebut.
Tentang kriteria yang diinginkan, tambah Rudy, yang pasti calon tersebut harus kredibel dan kapabel mempunyai kemampuan untuk membangun daerah terutama HSU jauh lebih baik.
Selain itu, tambah dia, juga harus memiliki kompetensi dan disukai atau diharapkan oleh masyarakat.
Tentang munculnya beberapa nama yang siap untuk menjadi calon dari PPP, Gubernur enggan untuk memberikan tanggapan, menurutnya DPW tetap menunggu keputusan dari DPC.
"Silahkan DPC melakukan musyawarah dulu dan mengusulkan nama-nama yang layak, kita akan menunggu," katanya.
Sebelumnya setelah mundurnya Bupati HSU Aunul Hadi dari bursa pencalonan Kepala Daerah muncul beberapa nama di internal PPP.
Nama tersebut seperti anggota DPR RI asal Kalsel Syaifullah Tamliha, DR Suryadi Syafriansyah (Ketua Yayasan Rakha) yang merupakan putra tokoh PPP Syafriansyah, dan Sabriansyah.
Sebelumnya, Pilkada HSU pada 2012 dipastikan tidak akan diikuti oleh "incumbent" yang kini dijabat oleh kader dari PPP Aunul Hadi.
Aunul menyatakan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan kembali sebagai calon Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara periode 2012- 2017.
"Dengan demikian pada pesta demokrasi Pemilukada di Bumi Khuripan nanti tidak akan ada calon incumbent," katanya.
Menurut Aunul, saat ini banyak dukungan yang mengalir dari tokoh masyarakat, organisasi keagamaan hingga jajaran Pemerintah Kabupaten HSU agar dirinya tetap mencalonkan sebagai kepala daerah.
Namun, tambah putra alamarhum DR KH Idham Chalid tersebut, karena berbagai pertimbangan pada saat ini dia belum bisa memenuhi harapan tersebut.
"Setelah saya fikirkan matang-matang dan dengan hati yang bulat, terpaksa saya tidak bisa kembali bertarung dalam kancah Pemilukada HSU mendatang," tambah Bupati dari PPP tersebut./B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.