Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Kolonel Inf. (Purn) Nasib Alamsyah, meminta mahasiswa di provinsinya menjadi cendekiawan muslim yang cerdas dalam menyikapi arus globalisasi.



Permintaan itu saat menerima audensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Pengurus Koperasi Mahasiswa (Kopma) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin, Kamis.

Tanpa memiliki kecerdasan, menurut politisi senior Partai Golkar tersebut, mahasiswa bisa terseret dalam arus yang justru akan memburamkan masa depan yang menjadi harapan bangsa.

Mantan Komandan Korem Bone Sulawesi Selatan itu memberi contoh ketidak cerdasan mahasiswa, antara lain melakukan aksi demo yang salah sasaran, karena tidak mengetahui persoalan serta peraturan perundang-udangan yang berlaku.

Sebagai contoh demo dari elemen masyarakat Kalsel yang mengatas namakan mahasiswa ke DPRD provinsi setempat beberapa waktu lalu yang menuntut pembubaran Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Dalam pertemuan di ruang kerjanya itu, Ketua DPRD Kalsel juga meminta, mahasiswa IAIN Antasari agar turut meluruskan ajaran/pemahaman tentang Islam yang sebenarnya, bukan seperti yang dianut kelompok teroris belakangan ini.

"Sebab seorang muslim yang melakukan aksi teror, apalagi berdampak pada kematian, baik diri sendiri maupun orang lain, hal tersbut bukan merupakan jihad sebagaimana dimaksud dalam ajaran Islam," tandas pensiunan perwira menengah TNI-AD itu.

"Karena pemahaman dan pelaksanaan ajaran Islam yang keliru justru bisa membuat citra negatif terhadap kaum muslim sendiri," demikian Nasib Alamsyah.

Sementara itu, dari BEM IAIN Antasari tersebut, melaporkan rencana pertemuan regional BEM perguruan tinggi Islam se Kalimantan, yang mereka jadwalkan di Banjarmasin, mingguan terakhir November 2011.

Selain itu, meminta Ketua DPRD Kalsel bersama Ketua-Ketua DPRD provinsi se Kalimantan, sebagai pembicara pada forum BEM regional Kalimantan tersebut./shn/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026