Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan III 2011 diperkirakan mencapai 6,55 persen lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sekitar 6,15 persen.
Peneliti Ekonomi Madya Senior Bank Indonesia Banjarmasin, Taufik Saleh di Banjarmasin, Senin mengatakan, faktor pedorong pertumbuhan tersebut antara lain masih berlangsungnya panen padi lokal hingga saat ini.
Selain itu, meningkatnya konsumsi masyarakat karena bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri 1432 hijriah, meningkatnya produktivitas tambang karena cuaca selama 2011 jauh lebih bersahabat dibanding 2010.
Hasil 'tracking' aktivitas perekonomian terakhir, pertumbuhan ekonomi Kalsel triwulan III-2011 diperkirakan 6,55 persen, sedangkan pada triwulan IV-2011 laju pertumbuhan dimungkinkan sedikit lebih rendah, yakni angka sementara pada kisaran 6,34 persen.
Hal tersebut terjadi, karena beberapa faktor antara lain dimulainya masa tanam, sehingga produksi padi cenderung menurun yang berpengaruh pada konsumsi masyarakat.
Selain itu, produktivitas tambang yang cenderung menurun seiring tibanya musim penghujan dan melambatnya kinerja sektor perdagangan seiring dengan turunnya intensitas konsumsi masyarakat pasca Idul Fitri.
Sampai saat ini sektor pertambangan masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Kalsel selain sektor pertanian dan perkebunan. Beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan melaksanakan panen padi jenis unggul dengan kualitas produksi jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pertanian Kalimantan Selatan, Sriyono mengatakan, beberapa daerah yang kini sedang menghadapi panen antara lain Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan beberapa daerah lainnya.
"Kalau tahun-tahun lalu awal Oktober seperti ini sudah selesai masa panen, tetapi syukur saat ini justru puncak panen, tentu ini anugerah yang luar biasa," katanya.
Apalagi, panen yang dilaksanakan saat ini adalah panen bibit unggul yang produksinya jauh lebih baik dan banyak. Dengan demikian, diprediksi produksi padi Kalsel jauh lebih tinggi dibanding 2009 yang mencapai 1,98 juta ton di mana saat itu merupakan puncak panen tertinggi di Kalsel.
Optimisme bahwa produksi padi 2011 lebih tinggi dibanding 2009 karena daerah-daerah yang menghadapi musim panen saat ini merupakan daerah lumbung padi di Kalsel, katanya./B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.