Calon jamaah haji (Calhaj) asal Kalimantan Selatan (Kalsel) segera divaksin meningitis dan vaksin influenza untuk mencegah penularan penyakit pada saat di tanah suci Mekkah Al-Mukarramah.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Rosihan Adhani di Banjarmasin, Jumat mengatakan, pihaknya telah menunjuk beberapa Puskesmas di daerah itu untuk melakukan vaksin tersebut.Menurut dia, pemeriksaan kesehatan tersebut akan dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu di Puskesmas, kemudian rumah sakit dan di embarkasi haji pada saat pemberangkatan.
"Saya telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh Puskesmas dan rumah sakit yang ditunjuk untuk melakukan tes kesehatan," katanya.Pemeriksaan tahap awal, kata Rosihan, dilaksanakan pada 7 September di Puskesmas Paringin Kabupaten Balangan kemudian dilanjutkan di seluruh Puskesmas di Kalsel.
Khusus di kota Banjarmasin pemeriksaan dilaksanakan di Puskesmas Cempaka, di Kota Banjarbaru, meliputi Puskesmas Cempaka, Banjarbaru, Banjarbaru Utara dan Puskesmas Guntung Payung.Kabid Penyelenggara Haji, Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama Kalsel, Syukriansyah, mengatakan, kuota haji Kalsel 3.811 kursi dan yang sudah melunasi tahap pertama baru sekitar 3.572 orang sehingga masih tersisa sekitar 239 orang.
Sisa kuota tersebut, kata Syukri, kembali ditawarkan kepada calon jamaah haji yang pada tahap pertama belum terdaftar untuk bisa berangkat ke tanah suci.Pembukaan pelunasan BPIH tahap ke dua tersebut telah dibuka 6-9 September 2011.
"Dari pelunasan tahap II hingga sekarang telah terisi dan hanya tersisa 89 kursi saja," katanya.Bila ternyata hingga pada 9 September kuotanya masih tersisa, akan dikembalikan ke pemerintah pusat, yang biasanya akan kembali dibagi setelah dilakukan rapat bersama.
Sisa kuota yang masih tersedia dari beberapa daerah tersebut, akan diberikan kembali kepada daerah sesuai dengan prioritas banyaknya jumlah daftar tunggu di masing-masing daerah."Biasanya Kalsel merupakan prioritas kedua setelah Sulawesi Selatan," katanya.B
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.