Harga beras lokal untuk wilayah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan setelah Ramadhan dan Lebaran 2010 berangsur mulai alami penurunan dari sebelumnya.
        
Pantaun ANTARA, Sabtu penurunan harga beras lokal di wilayah Kota Banjarmasin seiring panen padi di beberapa wilayah yang menjadi lumbung beras wilayah Kalimantan Selatan.
        
Dengan adanya panen padi itu maka harga beras lokal alami penurunan seperti pasar beras yang terletak di Pasar Sentra Antasari.
        
Di Pasar Sentra Antasari harga beras lokal jenis karang dukuh usang dijual dengan harga Rp12.000 sebelumnya Rp13.500 perliter.
        
Sedang untuk beras lokal jenis beras ganal usang yang sebelumnya dijual Rp12.500 kini Rp11.000 perliter.
        
Sementara beras lokal jenis beras karang dukuh hanyar yang sebelumnya Rp8.000 kini menjadi Rp7.000-Rp7.500 perliter.
        
Selain itu, untuk beras unus hanyar seharga Rp8.000 kini menjadi Rp7.500 perliter.
        
Menurut salah seorang penjual beras lokal di Pasar Sentra Antasari, Alfian Rizali harga beras lokal turun selain banyaknya pasokan beras juga disebabkan permintaan kembali normal.
        
Dengan adanya tambahan stok dan permintaan kembali normal maka harga beras berangsur-angsur mulai mengalami penurunan.
        
"Harga beras lokal berangsur turun karena stok beras  bertambah dan permintaan sudah kembali normal dari sebelumnya," ucap Alfian.
        
Syahrani yang juga penjual beras lokal menjelaskan, harga beras lokal kembali turun juga sebabkan beberapa daerah di wilayah Kalsel telah mengalami panen.
        
Sehingga stok beras lokal banyak bertambah serta tidak ada kekurangan disamping permintaan konsumen stabil tidak menunjukan peningkatan.
        
Untuk itu Syahrani berharap agar harga beras lokal yang sudah mengalami penurunan bisa bertahan lama tidak hanya sebentar.
        
"Kami berharap turunnya harga beras lokal tersebut bisa bertahan lama tidak hanya sebentar apalagi beras lokal paling disukai dan digemari masyarakat Kalimantan," tutur Syahrani.


: Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026