Apalagi kini festival Bamboo Rafting atau festival Loksado tersebut, telah kami daftarkan sebagai event tahunan Kementerian PariwisataKandangan (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, terus berupaya mewujudkan Loksado sebagai surga objek wisata petualangan bagi para wisatawan yang menyukai tantangan dan ingin lebih dekat dengan alam.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Totok Agus Daryanto di Kandangan, Selasa mengatakan, Loksado dengan keunikan alamnya memiliki magnet tersendiri bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Apalagi, kata dia, Loksado juga sudah sangat dikenal dengan wisata bamboo raftingnya atau "balanting paring", yaitu wisata dengan menyusuri dan menaklukkan jeram sungai Loksado yang dikenal curam, namun sangat indah.
Setiap tahunnya, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Pemkab HSS) menggelar Festival "Bamboo Rafting", yang kini menjadi event pariwisata unggulan daerah ini.
"Apalagi kini festival Bamboo Rafting atau festival Loksado tersebut, telah kami daftarkan sebagai event tahunan Kementerian Pariwisata," katanya.
Menurut Totok, selain mengenalkan bamboo rafting, festival Loksado juga dikemas untuk menampilkan budaya Loksado, seperti tarian etnik Dayak Meratus, alat musik tradisional, dan keindahan lainnya di wilayah Loksado.
"Kami juga mengenalkan hasil bumi yang menjadi potensi Loksado, seperti kayu manis dan kemiri," kata Totok.
Festival Loksado, kata Agus, menjadi salah satu event yang dilaksanakan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor Pariwisata.
Menurut Agus, pariwisata terbukti mampu meningkatkan PAD daerah, pada triwulan pertama tahun anggaran 2016 telah tercapai sebesar Rp127.464.925 atau mencapai 36,6 persen dari target tahun 2016 yang telah dicanangkan.
"Nilai yang lebih besar, tentunya adalah nilai ekonomi yang diterima langsung oleh masyarakat di sekitar lokasi wisata," katanya.
Berdasarkan data yang didapatkan dari hotel atau penginapan yang ada di Kabupaten HSS, sejak Januari hingga April 2016 ini, tercatat, kunjungan wisatawan asing ke HSS sebanyak 49 orang, terdiri dari 31 orang berasal dari Belanda, empat orang Kanada dan 14 orang Malaysia.
Pada tahun 2016 selain menyelenggarakan event, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga bekerjasama dengan salah satu stasiun TV nasional, dalam rangka mempromosikan pariwisata HSS, yaitu dalam program Indonesia Bagus yang telah ditayangkan pada bulan maret.
"Kita harus akui bahwa masih banyak hal yang harus ditangani untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pariwisata kita, seperti kurang baiknya kualitas kebersihan dan sarana prasarana di obyek wisata," kata Totok.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tambah dia, telah mengambil langkah-langkah untuk menangani hal tersebut, antara lain merenovasi objek wisata pemandian air panas Tanuhi dan memberi pembinaan atau penyuluhan Sapta Pesona terhadap masyarakat di lingkungan obyek wisata.
Selain itu, Pemkab juga mengalokasikan dana sebesar Rp590 juta untuk perbaikan sarana dan prasarana di beberapa objek wisata di wilayah Loksado.
Bahkan beberapa waktu lalu, Bupati bersama Ketua DPRD melakukan kunjungan kerja ke obyek wisata air terjun Haratai.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati memberi arahan langsung kepada masyarakat dan menginstruksikan kepada dinas terkait, untuk memperbaiki jalan dan jembatan menuju obyek wisata secara bertahap.
Pewarta: FathurrahmanEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.