Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin menyatakan, wartawan atau media massa turut berperan dalam mewujudkan suasana kondusif provinsinya.
"Kita bersyukur, Kalsel salah satu provinsi di Indonesia yang tergolong kondusif, keadaan tersebut hendaknya kita perlihara," ujarnya saat sahur bersama wartawan di rumah jabatan gubernur, di Banjarmasin, Rabu.
Karena, menurut orang nomor satu di jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) tersebut, situasai dan kondisi yang kondusif salah satu daya tarik investor menenamkan modal, untuk bersama-sama membangun Kalsel.
"Sebaliknya, bila suatu daerah tidak kondusif, investor akan malas atau tak berminat menanamkan modal, sebab usaha mereka bisa terganggu," lanjutnya didampingi Kepala Biro Humas Sekretariat Daerah Kalsel, Hermansyah.
Mengenai kritik terhadap dirinya selaku pimpinan pemerintahan di Kalsel selama ini, ia mengumpakan sebuah permen "Nano-Nano" yaitu ada terasa asam, asin, manis dan pedas.
"Tapi kalau kita nikmati, nano-nano itu terasa nikmat juga," lanjut Gubernur Kalsel dua periode tersebut, yang untuk kedua kalinya dilantik 8 Agustus 2010 dan lahir bertepatan 17 Agustus pada 58 tahun lalu.
"Oleh sebab itu, saya berterima kasih atas peran pers selama ini dan ke depan agar lebih meningkat guna kemajuan pembangunan Kalsel," demikian Rudy Ariffin.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel Fathurrahman, berpesan kepada jajaran pers di provinsinya agar senantiasa berpegang teguh pada sikap sabar, syukur dan ikhtiar.
Pengertian sabar dimaksud, menurut alumnus Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) itu, yaitu selalu istiqamah menjalan tugas profesi sebagai seorang jurnalis, seperti melalukan sosial kontrol atau kritik membangun.
Selain itu, selalu patuh terhadap kode etik profesi agar tidak menimbulkan permasalahan dalam melahirkan karya-karya jurnalistik, demikian Fathurrahman.
Acara sahur Gubernur bersama wartawan itu hadir pula anggota Komisi III DPR-RI M Adhitya Mufti Ariffin yang akrab disapa Upi asal daerah pemilihan provinsi tersebut, yang juga putra Rudy Ariffin./shn*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.