Antisipasi atau pencegahan atas kemungkinan terjadinya gangguan listrik yang membuat padam itu, penting, terlebih bagi UN dengan sistem komputerisas,...
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua komisi IV bidang kesra DPRD Kalimantan Selatan Yazidie Fauzy meminta PLN agar mengantisipasi kemungkinan terjadinya listrik padam saat ujian nasional (UN) berlangsung.

Permintaan itu dalam perbincangan dengan anggota Press Room DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Jumat, sehubungan pelaksanaan UN bagi Sekolah Menengah Atas (SMA),Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di provinsi tersebut, 4 - 7 April 2016.

"Antisipasi atau pencegahan atas kemungkinan terjadinya gangguan listrik yang membuat padam itu, penting, terlebih bagi UN dengan sistem komputerisas," ujar Ketua Komisi IV DPRD Kalsel yang membidangi pendidikan tersebut.

Sebab, menurut mantan Ketua Komisi Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel itu, bila listrik padam saat UN tersebut bisa berdampak terhadap nilai karena anak didik/peserta ujian tidak dapat mengerjakan lembaran kerja melalui monitor komputer.

Wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan sarjana komputer itu mengaku, menerima informasi bahwa PLN sudah menyiapkan puluhan generator set (genset) guna mengantisipasi kemungkinan terjadi pemadaman listrik saat UN berlangsung.

"Tapi apakah genset tersebut bisa memenuhi kebutuhan jika terjadi listrik padam saat UN," lanjut wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel IV yang meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Hulu Sungsi Tengah (HST) itu.

Oleh sebab itu, dia menyatakan, akan mendukung penyediaan genset bagi sekolah-sekolah di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota ini, terutama dalam kaitan pelaksanaan UN dengan sistem komputerisasi.

"Pada prinsipnya sesuai kewenangan, serta prosedur dan ketentuan yang berlaku, kita akan dukung kalau Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel mengajukan anggaran untuk penyediaan genset sekolah-sekolah yang siap melaksanakan UN sistem komputer," demikian Yazidie.

Sementara data Disdik Kalsel menunjukan, ada 73 sekolah yang melaksanakan UN sistem komputer pada tahun 2016, selebihnya masih dalam bentuk manual atau seperti masa-masa sebelumnya.

Sebanyak 73 sekolah di Kalsel yang siap UN 2016 dengan sistem komputer itu tujuh dari Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), 23 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 41 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).


Pewarta: Syamsudin Hasan
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026