Kita berharap dengan kunjungan tersebut, Bapak Gubernur H Sahbirin Noor mengetahui langsung permasalahan rumah sakit milik pemerintah kabupaten/kota (Pemkab/Pemkot) di Kalsel,Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Ketua Komisi IV bidang kesra DPRD Kalimantan Selatan Yazidie Fauzy meminta agar gubernurnya yang baru juga mengunjungi semua rumah sakit milik pemerintah kabupaten/kota di provinsi tersebut.
"Kita berharap dengan kunjungan tersebut, Bapak Gubernur H Sahbirin Noor mengetahui langsung permasalahan rumah sakit milik pemerintah kabupaten/kota (Pemkab/Pemkot) di Kalsel," ujarnya di Banjarmasin, Selasa.
Terlebih lagi, lanjut mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel tersebut, bisa lebih tepat dalam mengambil kebijakan kalau mau memberikan bantuan kepada rumah sakit milik Pemkab/Pemkot itu.
Pasalnya, tutur Ketua Komisi IV DPRD Kalsel yang juga membidangi kesehatan itu, rumah sakit milik Pemkab/Pemkot tersebut rata-rata membutuhkan perhatian atau bantuan dari pemerintah provinsi (Pemprov).
"Dengan bantuan Pemprov, kita harapkan pula rumah sakit milik Pemkab/Pemkot itu dapat meningkatkan pelayanan kesehatan, baik secara kuantitas maupun kualitas kepada masyarakat setempat khususnya," lanjut Wakil Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kalsel tersebut.
Mengenai Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Kalsel tahun anggaran 2015 bidang kesehatan, wakil rakyat bergelar sarjana komunikasi (SKom) tersebut mengapresiasi atas segala keberhasilan atau peningkatan pembangunan sektor itu.
"Semua keberhasilan atau peningkatan harus kita tingkatkan lagi, minimal mempertahan, jangan sampai menurun, seperti penyediaan anggaran untuk pembangunan bidang kesehatan di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota ini," demikian Yazidie.
Sebelumnya (28/3) Gubernur Kalsel yang belum "seumur jagung" itu menyampaikan LKPj Kepala Daerah Tahun 2015, antara lain mengungkapkan pembangunan bidang kesehatan di provinsinya menunjukan keberhasilan dan peningkatan.
Indikasi keberhasilan pembangunan kesehatan itu antara lain peningkatan umur harapan hidup di provinsi yang kini berpenduduk sekitar empat juta jiwa tersebut, yaitu mencapai 67,47 tahun, sehingga masuk provinsi dengan pertumbuhan umur harapan hidup yang tinggi..
Begitu pula kasus angka kematian ibu pada tahun 2015 sebanyak 77 kasus, jauh lebih rendah dari 2011 hingga 2014.
Selain itu, anggaran kesehatan, secara persentasi Kalsel menempati urutan teratas dari seluruh provinsi di Indonesia. Hal itu terwujud karena DPRD juga mendukung dan sangat memahami urgensi pembangunan kesehstan untuk kesejahteraan dan peningkatan sumberdaya manusia, demikian Sahbirin
Pewarta: SukarliEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.