Pelepasan Kontingen POPDA Tanah Laut tersebut dilaksanakan saat apel kerja gabungan, di halaman Kantor Bupati Kabupaten Tanah Laut.
"Saya optimis, Tim POPDA Tanah Laut tahun ini dapat memberikan hasil yang terbaik seperti, pada POPDA tahun lalu," ujar Wakil Bupati Tanah Laut H Sukamta, di Pelaihari.
Menurut dia, Tim POPDA Tanah Laut pada tahun 2015 lalu berhasil menjadi Runner Up.
“Tahun ini saya berharap POPDA Tanah Laut dapat meningkatkan prestasinya menjadi nomor satu,†ucapnya.
Ia berpesan, Tim POPDA Tanah Laut terus menjaga sportivitas dan kekompakan dalam bertanding, sehingga apa yang ditargetkan bisa tercapai.
Terlebih lagi, jelas dia, pada tahun 2016 yang dipertandingkan adalah, pertandingan beregu, sehingga seluruh tim harus mampu bekerja sama untuk memenangkan pertandingan.
"Untuk meraih sukses, Tim POPDA Tanah Laut tidak bisa hanya mengandal kemampuan sendiri, tapi juga harus mengandalkan kerjasama tim," terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Sukamta juga menyerahkan bonus kepada dua atlit Tanah Laut berprestasi yakni, M Hafizi, peraih medali emas pada cabang pencak silat di kejuaraan POPNAS Jawa Barat dan Sea Game School di Brunei Darussalam 2015.
Selain itu, peneyerahan bonus juga diberikan kepada Kurnia, peraih medali emas pada cabang olahraga tenis di kejuaraan Pekan Olahraga Rekreasi Masyarakat Tingkat Nasional di Denpasar tahun 2015.
Kedua atlet berprestasi itu mendapatkan bonus masing masing sebesar Rp 10 juta. Pada POPDA Tahun 2016, Kontingen Tanah Laut dipimpin Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Tanah Laut A Kemal Hasuna.
Ketua Kontingan POPDA Tanah Laut A Kamal Hasuna mengatakan, jumlah atlet yang masuk Kontingen POPDA Tanah Laut sebanyak 166 orang terdiri dari 128 atlit, 38 pelatih dan official.
Pertandingan yang diikuti pada ajang tersebut, ungkap dia, sebanyak delapan cabang olahraga yakni, pencak silat, sepak takraw, tenis meja, tenis lapangan, bola basket, sepak bola, bola voli, dan bulu tangkis./c
Pewarta: AriantoEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.