Indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,20 persen harga yang dibayar petani juga naik relatif lebih besar yakni 0,42 persen,Banjarbaru (Antaranews Kalsel) - Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan mencatat nilai tukar petani pada Februari 2016 mengalami penurunan 0,22 persen dibandingkan dengan nilai tukar petani pada bulan Januari.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Kalsel Arih Dwi Prasetyo di Kota Banjarbaru, Selasa mengatakan, penurunan disebabkan indeks harga yang diterima petani naik.
"Indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,20 persen harga yang dibayar petani juga naik relatif lebih besar yakni 0,42 persen," ujarnya pada jumpa pers bulan BPS Kalsel.
Disebutkan, NTP Kalsel Februari tercatat 98,82 atau turun 0,22 persen dibanding NTP Januari dengan nilai harga diterima petani 0,20 persen dan indeks harga dibayar naik 0,42 persen.
Dilihat dari sub sektor, sub sektor tanaman perkebunan rakyat turun 2,28 persen, sub sektor peternakan turun 0,61 persen dan sub sektor perikanan turun 0,07 persen.
Dua sub sektor yakni tanaman pangan mengalami kenaikan NTP sebesar 0,82 persen dan sub sektor holtikultura yang mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen.
Sementara itu, pada Februari 2016 terjadi inflasi di daerah pedesaan Kalsel sebesar 0,51 persen akibat naiknya indeks harga pada sub kelompok bahan makanan 0,70 persen.
Sub kelompok makanan jadi naik sebesar 0,56 persen, sub kelompok perumahan naik sebesar 0,44 persen, sub kelompok sandang naik sebesar 0,69 persen.
Kenaikkan juga terjadi pada sub kelompok kesehatan sebesar 0,71 persen dan sub kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yang mengalami sebesar 0,22 persen.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalsel pada Februari 2016 sebesar 106,01 atau mengalami kenaikkan sebesar 0,07 persen jika dibanding NTUP bulan sebelumnya.
Sedangkan secara nasional, Provinsi Riau mengalami kenaikkan NTP tertinggi 1,21 persen dan sebaliknya Provinsi Jawa Tengah turun TNP tertinggi 0,97 persen.
Pewarta: Yose RizalEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.