Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan H Irhami menyatakan, perlu waktu dua sampai tiga tahun untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur agar Kotabaru bisa sejajar dengan daerah maju di Indonesia.


"Banyak hal yang masih perlu dibenahi agar Kotabaru bisa sama dengan daerah maju lainnya," kata Irhami usai memperingati satu tahun menjadi Bupati Kotabaru periode 2010-2015.


Irhami Ridjani yang berpasangan dengan Rudy Suryana dilantik menjadi Bupati Kotabaru 10 Agustus 2010 itu menambahkan, selama satu tahun ini pihaknya telah banyak melakukan terobosan dalam mengejar ketertinggalan pembangunan.


Diantaranya, melakukan perbaikan jalan Tanjung Serdang-Lontar sekitar 100 km, perbaikan jalan Serongga-Tarjun sekitar 14 km, jalan lingkar selatan, pembangunan jalan sembuang dengan empat daerah kecamatan di Utara serta perbaikan sejumlah ruas jalan yang berada di daerah perbatasan Kalsel dengan Kaltim.


Hampir sebagian besar pembiayaan perbaikan dan pembangunan jalan tersebut tidak lagi menggunakan dana APBD maupun APBN.


Melainkan menggunakan dana pihak ketiga yang dihimpun dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di daerah Kotabaru.


Selain infrastruktur jalan, mantan Kepala Dinas Pendapatan Kotabaru bersama mantan Direktur sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Paris Barantai Kotabaru itu juga telah melakukan perbaikan sarana air bersih.


Diantaranya, normalisasi waduk Gunung Ulin kapasitas sekitar 750 ribu m3, pembangunan waduk Gunung Bahalang dengan rencana dana miliaran rupiah, serta pembangunan bendungan air bersih untuk mencukupi kebutuhan air bersih di perkotaan dan daerah kecamatan.


"Kesemuanya menggunakan dana bantuan dari perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)," ujarnya.


Untuk mengatasi krisis listrik di daerah, Irhami Ridjani juga telah berhasil meletakkan batu pertama dimulainya pembangunan power plant kapasitas 7X2 MW di Kemuning, Pulau Laut Utara, Kotabaru.    


Khusus untuk meningkatkan kesejahteraan masyrakat Kotabaru, bupati bersama wakilnya berhasil mengundang sejumlah investor dalam dan luar negeri untuk menanamkan modal di daerah.


"Tujuannya adalah untuk menciptakan kerja bagi masyarakat Kotabaru," terang dia.


Saat ini, kata dia, jumlah pencari kerja yang belum terserap pasar masih sekitar 7.000 orang.


Bupati mengakui, untuk merealisasikan visi misinya, bahwa Kotabaru harus bisa lebih maju dari daerah maju di Indonesia masih perlu waktu 2-3 tahun lagi.


"Untuk mewujudkannya keinginan tersebut perlu dukungan setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar lebih disiplin dan lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai abdi masyarakat," harapnya./C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026