Kondisi terminal tersebut salah satu temuan Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam peninjauan prasarana perhubungan itu, demikian dilaporkan, Selasa.
Komisi III DPRD Kalsel itu, dipimpin ketuanya H Puar Junaidi, semula meninjau Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, untuk melihat persiapan dan kesiapan menghadapi angkutan lebaran 1432 Hijriah.
Namun dalam peninjauan ke Bandara Syamsudin Noor (27 Km dari Banjarmasin) tersebut, rombongan Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi perhubungan itu menyempatkan diri melihat-lihat terminal regional tipe A di Km17 Gambut.
"Melihat keadaan bangunan terminal itu, bukan cuma Ketua Komisi geleng-geleng kepala, tapi juga anggota dewan lainnya menggelengkan kepala," ungkap Ibnu Sina, salah seorang anggota Komisi III DPRD Kalsel tersebut.
"Padahal terminal regional yang juga menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalsel mencapai Rp6 miliar itu, belum dioperasikan, tapi sudah banyak rusak," lanjutnya.
Sebagai contoh lantai dan jendela banyak terbongkar serta dinding yang corat-coret oleh ulah tangan usil diantara warga masyarakat, ungkap anggota DPRD Kalsel dua periode dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Pembangunan terminal regional tersebut pembiayaannya sharing antara pemerintah kabupaten (Pemkab) Banjar, Pemprov Kalsel dan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan.
Dalam sharing tersebut Pemkab Banjar bertanggung jawab atas penyediaan lahan dan Pemprov Kalsel membuat jalan akses/menghubungkan terminal dengan jalan utama, sedangkan pusat berupa fisik bangunan terminal.
Pekerjaan pembangunan terminal regional tersebut sejak Tahun 2008 dan semestinya rampung 2010, sehingga 2011 sudah bisa operasional, tapi karena terbentur masalah dana, maka kemungkinan 2012 baru dapat dioperasionalkan.
Terminal regional tipe A itu direncanakan sebagai pengganti Terminal Induk Banjarmasin di jalan A Yani Km6, yang dinilai tak mampu lagi menampung armada angkutan penumpang umum yang terus bertambah.
Sementara sebagian lahan kawasan terminal Km6 itu terdapat bangunan pertokoan yang semula dirancang menjadi Binis Trade Center (BTC) Banjarmasin.
Rencana pembangunan terminal regional tipe A tersebut sempat menjadi rebutan antara Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, Banjarbaru dan Pemkab Banjar pada 2006.
Tapi ketika itu Departemen Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memilih Kabupaten Banjar sebagai tempat terminal regional tipe A tersebut./shn/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.