"Dalam pengembangan tanaman hortikultura petani Jaro dan Muara Uya juga berhasil membudidayakan bawang merah, bawang putih dan kol yang biasanya tumbuh di daerah dingin seperti di Pulau Jawa," jelas Mugeni.Tanjung (Antaranews Kalsel) - Kecamatan Jaro dan Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menjadi percontohan pengembangan tanaman hortikultura dengan total luas lahan 800 hektare, mulai dari cabai merah, cabai keriting, kubis, dan bawang merah.
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Tabalong Mugeni di Tanjung, Selasa mengatakan, saat ini petani di Kecamatan Jaro yakni kelompok tani Gunung Walet sudah mengembangkan tanaman bawang putih dan kubis di areal seluas lima hektare.
"Dalam pengembangan tanaman hortikultura petani Jaro dan Muara Uya juga berhasil membudidayakan bawang merah, bawang putih dan kol yang biasanya tumbuh di daerah dingin seperti di Pulau Jawa," jelas Mugeni.
Apalagi Kabupaten paling utara di Provinsi Kalsel ini menjadi daerah percontohan pengembangan benih bawang merah dan bawang putih setelah sebelumnya juga dilakukan uji coba penanaman komoditi ini di Desa Garagata Kecamatan Jaro.
Ketua Kelompok Tani Gunung Walet Desa Jaro Kecamatan Jaro Syarifuddin mengatakan pengembangan tanaman hortikultura di wilayahnya sangat membantu meningkatkan pendapatan petani lokal dengan didukung lahan di desa mereka yang subur dan cocok ditanami jenis komoditi bawang merah dan kubis.
"Saat ini ada sekitar 3,5 hektare lahan yang sudah kita tanami cabai merah, cabai keritimg, kubis dan bawang merah sebagai uji coba pengembangan tanaman hortikultura di Jaro dan sebelumnya kita juga berhasil membudidayakan bawang merah," jelas Syarifuddin.
Sebelumnya dua kelompok tani di Desa Nalui, Desa Garagata dan Desa Jaro mendapatkan bantuan dari APBN untuk pengembangan bawang merah dengan produksi mencapai 10 ton per hektare.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tabalong Abdul Muthalib Sangadji bersama Kepala Bappeda Erwan, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Mugeni meninjau langsung lahan uji coba pengembangan tanaman hortikultura yang digarap Kelompok Tani Gunung Walet Jaro.
"Pengembangan hortikultura seluas 800 hektare harus benar-benar digarap dengan serius karena ini menjadi peluang bisnis yang sangat baik bagi petani mengingat bisa dikembangkannya tanaman kubis dan bawang merah di wilayah ini," jelas Abdul.
Bahkan pemerintah daerah akan mendukung penyediaan sarana dan prasarana pendukung seperti saluran irigasi di wilayah tersebut agar pengembangan komoditi tersebut bisa optimal termasuk memfasilitasi pemasaran produk pertanian tersebut.
Apalagi sejumlah pengumpul dari luar Tabalong juga mulai tertarik membeli hasil tanaman para petani Jaro dan ke depan komoditi ini bisa masuk pasar swalayan setelah ada jaminan sertifikasi mutu dari lembaga berwenang
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.