Masyarakat di Kepulauan Kotabaru, Kalimantan Selatan sudah lebih satu bulan kesulitan mendapatkan air bersih dan kini sebagian sumur didaerah tersebut airnya terasa asin.
"Sudah banyak sumur yang airnya tidak lagi dimanfaatkan masyarakat Tanjung Nyiur Pulau Sembilan karena terasa asin," kata seorang konsultan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat mandiri (PNPM) Riadi, Senin.Sedangkan untuk keperluan sehari-hari sebagian masyarakat mulai mencari air bersih ke sumur-sumur yang berada didaerah pegunungan dan lokasinya lebih jauh dari permukiman padat penduduk.
Meski sebagian sumur sudah terjadi resapan air laut namun belum terlihat antrean warga di sumur-sumur gali untuk mendapatkan air bersih.Biasanya, jika sudah terjadi antrean harga air bersih mencapai Rp25.000 perdrum.
Itupun warga harus mengangkut sendiri dari lokasi sumur hingga beberapa kilometer dari rumahnya, ujar Riadi.Sebelumnya, Camat Pulau Sembilan Jabir mengungkapkan, sudah hampir sebulan warganya kesulitan mendapatkan air bersih.
"Hampir 3.437 jiwa yang tinggal di Pulau Marabatuan hanya mengandalkan sekitar lima buah sumur gali sementara yang lainnya sudah kering," kata camat.Dalam kondisi normal, ujar Jabir, masyarakat di Desa Tengah dan Tanjung Nyiur di Pulau Marabatuan membuat guntung (kolam berukuran besar) untuk menyimpan air pada musim hujan.
Air hujan yang sudah terkumpul dalam guntung di atas perbukitan itu kemudian dialirkan menggunakan selang kepermukiman penduduk di Desa Tengah dan Tanjung Nyiur.Tetapi, sejak curah hujan tidak turun hampir sebulan terakhir debit air di guntung tersebut menyusut dan mengering.
Akibatnya, lanjut dia, warga terpaksa membuat sumur dengan cara menggali tanah dengan kedalaman lebih dari lima meter."Saat ini masyarakat hanya bisa mengandalkan air sumur tersebut," terangnya.
Jabir mengaku belum mempunyai solusi untuk mencukupi air bersih bagi masyarakat apabila kemarau berlangsung hingga beberapa bulan dan sumur gali tersebut mengering.Untuk mengantisipasi hal itu, dia telah meminta pemerintah daerah melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kotabaru membangun sumur dan sarana lainnya.
"Namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari lembaga tersebut," tandasnya.Jabir berharap, sebelum masyarakat Pulau Sembilan benar-benar tidak bisa mendapatkan air bersih pemerintah segera membangun sumur bor di permukiman penduduk.
Sementara wilayah Pulau Sembilan didaerah perbatasan wilayah Jawa Timur itu jaraknya dengan Kotabaru sekitar 84 mill.Kecamatan Pulau Sembilan terdiri atas lima desa yakni Desa Labuan Barat dengan luas 162 km2, Teluk Sungai 137 km2, Maradapan 81 km2, Tengah 40 km2 dan Desa Tanjung Nyiur 56 km2.
Dalam kondisi gelombang tinggi nelayan dan masyarakat tidak berani berlayar karena membahayakan keselamatan.Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kotabaru Suhariansyah MAP hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait persoalan tersebut. (C/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.