Rencananya tenaga pendamping desa untuk program Gerbang Emas akan kami perpanjang namun tetap menunggu hasil evaluasi dari para kepala desa terkait kinerja tenaga pendamping di masing-masing wilayahTanjung, (Antaranews Kalsel) - Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, meminta para kepala desa mengevaluasi kinerja tenaga pendamping desa terkait pelaksanaan program Gerakan Pembangunan Menuju Masyarakat Sejahtera.
Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Tabalong Zahirsyah Manuar di Tanjung, Jumat, mengatakan kontrak bagi sebanyak 121 tenaga pendamping desa untuk program Gerbang Emas berakhir per 31 Desember 2015.
"Rencananya tenaga pendamping desa untuk program Gerbang Emas akan kami perpanjang namun tetap menunggu hasil evaluasi dari para kepala desa terkait kinerja tenaga pendamping di masing-masing wilayah," jelas Zahirsyah.
Evaluasi kinerja tenaga pendamping desa yang mulai bekerja September 2015 terkait keluhan dari Kepala Desa yang menilai belum optimalnya tugas pendampingan di sejumlah desa.
Menyusul adanya oknum tenaga pendamping desa yang jarang hadir dalam pertemuan desa, perilaku yang kurang baik serta tidak membuat laporan bulanan terkait tugasnya selama mendampingi pelaksanaan program Gerbang Emas.
"Tenaga pendamping desa yang kinerja buruk dan tidak melaksanakan tugasnya dengan baik akan kita eliminasi atau kontrak kerjanya tidak diperpanjang, selanjutnya akan dilaksanakan rekrutmen lagi untuk mengisi posisi yang kosong," jelas mantan Sekretaris Bappeda Kabupaten Tabalong ini.
Sebelumnya BPMPD setempat merekrut 141 tenaga pendamping program Gerbang Emas mencakup 121 tenaga pendamping desa, 12 tenaga pendamping kecamatan dan 11 tenaga teknis.
Keberadaan tenaga pendamping desa diharapkan bisa menyinergikan seluruh potensi yang ada di wilayah masing-masing melalui program Gerbang Emas.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.