Kalangan DPRD Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendukung rencana badan usaha milik negara (BUMN) China, Dafeng Port Group, membangun industri feronikel dengan kapasitas 200 juta metrik ton/tahun.
Ketua DPRD Kotabaru Alpidri Supian Noor MAP, Selasa, mengatakan, DPRD sangat mendukung rencana tersebut, bahkan jika memungkinkan pemerintah daerah memberi kemudahan masuknya investor yang menanam investasinya di daerah ini.
"Selama sesuai prosedur yang benar, tidak ada alasan untuk menolak. Bahkan bila perlu investor yang ingin berinvestasi di Kotabaru harus didukung," ujarnya.
Alpidri menjelaskan, dengan masuknya industri di daerah, paling tidak dapat menampung tenaga kerja lokal yang hingga saat ini jumlahnya masih cukup besar.
Selain terselesaikannya angka pengangguran, daerah juga akan mkendapatkan dana bagi hasil pajak atau royalti atas aktivitas perusahaan feronikel dan pendukungnya.
Syukur-syukur jika pemerintah daerah bisa mendapatkan sebagian saham industri yang dibangun Dafeng Port Group Co. Ltd, seperti halnya daerah lain yang bisa mendapatkan saham dari perusahaan yang beroperasi di daerahnya.
Menurut Ketua DPRD, selama itu untuk kepentingan rakyat tidak ada masalah, yang tidak dibenarkan adalah apabila saham tersebut untuk kepetingan pribadi itu yang tidak dibenarkan.
Kader Golkar itu mengharapkan, pemerintah daerah segera menyambut minat sebuah perusahaan negara China Dafeng Port Group Co. Ltd.
Sebelumnya, President Director Dafeng Port Group Co. Ltd Ni Xiangrong, mengatakan, Dafeng Port Group Co. Ltd yang sukses membangun kawasan ekonomi terpadu Dafeng Port Economic Zone of China berencana membangun industri feronikel dan pendukungnya di Kotabaru.
"Kenapa harus Kotabaru, karena Kotabaru meupakan daerah yang relatif kondusif, kaya akan sumber daya alam dan memiliki infrastruktur yang cukup bagus," kata Xiangrong.
Selain membangun industri feronikel, katanya, Dafeng Port Group Co. Ltd juga akan membangun pembangkit listrik tenaga uap dengan kapasitas 150 megawatt.
Perusahaan milik negara China itu juga akan membangun sekolah menengah kejuruan untuk menyiapkan tenaga terampil, dan industri pendukung lainnya.
"Pada tahap awal nanti, Dafeng Port Group Co. Ltd akan berinvestasi sekitar 420 juta dolar AS," ujarnya.
Bupati dukung
Saat ini, ujar Xiangrong, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Kotabaru terkait perizinan dan persyaratan administrasi.
Xiangrong mengakui senang mendapat tanggapan serius dari Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani yang mengatakan siap bekerja sama dan mendukung kehadiran Dafeng Port Group Co. Ltd di Kotabaru.
Pemkab Kotabaru membuka diri dan menyambut baik karena masuknya perusahaan tersebut akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
Ia menjelaskan, Dafeng Port Group Co. Ltd akan bekerja sama dengan group PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO), baik terkait dengan bahan baku nikel, bahan bakar batu bara, maupun sarana pendukung lain.
Manajer Operasional PT Sebuku Iron Lateritic Ores Hendrik menambahkan, semua rencana perusahaan Dafeng Port Group Co. Ltd akan terealisasi apabila rencana PT SILO membangun pabrik kokas, dan industri yang lainnya di Kotabaru selesai.
"Saat ini PT SILO masih menghadapi gugatan dari Pemkab Kotabaru atas gugatan PT Arutmin Indonesia terhadap izin tambang di Pulau Laut," ujar Hendrik.
PT SILO masih menunggu keputusan Mahkamah Agung atas gugatan tersebut. "Mudah-mudahan tidak lama lagi sudah ada keputusan MA dan Pemkab Kotabaru tetap dimenangkan sehingga rencana PT SILO membangun jembatan dan industri di Kotabaru segera terealisasi," katanya./C/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.