Memang benar ada dua anak berstatus murid SD yang meninggal dunia diduga karena tenggelam di Pantai Pagatan karena diterjang ombak besar
Batulicin, (Antaranews Kalsel) - Tim Gabungan Satpolair Polres Tanah Bumbu bersama BPBD Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan,  dibantu masyarakat setempat melakukan pencarian terhadap dua murid Sekolah Dasar (SD) yang diduga tewas tenggelam di Pantai Pagatan.

"Memang benar ada dua anak berstatus murid SD yang meninggal dunia diduga karena tenggelam di Pantai Pagatan karena diterjang ombak besar," kata Kasat Polair Polres Tanah Bumbu AKP Parman di Tanah Bumbu.

Ia mengatakan, kejadian tenggelamnya dua bocah itu diketahui pada Kamis (17/12) pagi sekitar pukul 09.00 Wita di Pantai Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir.

Untuk kedua murid SD yang meninggal dunia/tewas karena tenggelam itu diketahui berinisial AR (11) dan SL (10) keduanya warga Kecamatan Pagatan.

Saat ini yang baru ditemukan adalah AR sedangkan SL masih dalam pencarian dan gelomban ombak di pantai tersebut masih besar hingga pencarian sempat dihentikan.

"AR berhasil ditemukan karena saat tenggelam sempat terlihat oleh seorang warga setempat bernama Akbar (22) namun Akbar juga hampir terbawa ombak besar dan dilarikan ke RS terdekat," tuturnya.

Parman  menjelaskan, dalam pencarian korban tenggelam itu Satpolair menurunkan enam orang anggota dan menggunakan kapal polisi XIII Speed Boad 1004.

Untuk kronologis kejadian, diterangkannya, saat itu kedua korban AR dan SL sedang asik berenang di Pantai Pagatan , tiba-tiba ada gelombang/ombak besar datang dan menyerat kedua korban ke tengah laut.

Pada saat kejadian ada salah seorang warga yang melihat kedua korban AR dan SL terseret arus, warga atas nama Akbar pun langsung berusaha menolong.

Namun yang sempat di tolong adalah tubuh AR, tetapi saat itu sudah tidak bernyawa lagi sedangkan korban SL sudah menghilang terbawa arus dan saat ini masih dalam proses pencarian.

Sementara kasus dua anak tenggelam itu ditangani oleh Satpolair Polres Tanah Bumbu dan terus melakukan pencarian terhadap korban SL yang belum ditemukan.


Pewarta: Sujud Mariono
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026